Belajar dari Sidoarjo, Pemkab Bangkalan Mulai Pendataan Bangunan Pesantren

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis PRKP Bangkalan Moh Hasan Faisol pastikan audit bangunan pondok pesantren berjalan menyeluruh. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kadis PRKP Bangkalan Moh Hasan Faisol pastikan audit bangunan pondok pesantren berjalan menyeluruh. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan bergerak cepat menindaklanjuti peristiwa robohnya bangunan pondok pesantren di Buduran, Sidoarjo. Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Pemkab Bangkalan segera melakukan pendataan dan penilaian teknis terhadap seluruh bangunan pondok pesantren di wilayahnya.

Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Moh. Hasan Faisol, menegaskan langkah ini merupakan arahan langsung Bupati Bangkalan agar kejadian serupa tidak terjadi di Madura, khususnya Bangkalan. Pemerintah ingin memastikan setiap bangunan pesantren memiliki standar keamanan dan kelayakan yang jelas.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, kami diminta menindaklanjuti kejadian di Buduran agar tidak terulang, baik di Madura maupun di Bangkalan. Kami akan melakukan pendataan terhadap seluruh pondok pesantren—mana yang sudah memiliki PBG, dan mana yang belum,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Hasan Faisol menjelaskan, sebelum pendataan administratif dilakukan, tim teknis dari Dinas PRKP akan turun langsung untuk menilai kondisi fisik bangunan pesantren. Penilaian ini tidak hanya sebatas melihat kondisi luar, tetapi juga mengevaluasi struktur dan standar keselamatan.

“Kami akan menilai apakah bangunan tersebut masih layak atau tidak, melalui tenaga ahli struktur yang ada di dinas kami. Jadi bukan sekadar melihat bangunan berdiri, tapi menilai dari sisi teknis dan keselamatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PRKP akan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperlancar komunikasi dengan para pengasuh pesantren sekaligus mendorong kepatuhan administrasi.

“Dalam waktu dekat kami akan bersilaturahmi kepada Ketua MUI dan Ketua NU Bangkalan. Kami ingin meminta arahan dan dukungan agar komunikasi dengan para pengasuh yayasan dan pondok pesantren berjalan baik,” tuturnya.

Menurut Hasan Faisol, langkah koordinasi ini penting agar pengelola pesantren memahami urgensi kelayakan bangunan dan kelengkapan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ia menegaskan pemerintah tidak hanya ingin menertibkan regulasi, tetapi juga melindungi keselamatan santri.

“Insya Allah kami akan keliling ke seluruh wilayah Bangkalan. Kami data satu per satu pondok pesantren mana yang sudah memiliki PBG, mana yang layak, dan mana yang belum. Hasilnya nanti akan kami rekomendasikan agar dilakukan perbaikan atau penyesuaian,” katanya.

Ia menambahkan, audit menyeluruh ini akan menjadi pijakan penting untuk mencegah potensi bahaya di kemudian hari.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kejadian serupa yang mengancam keselamatan santri. Pemerintah hadir untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan di lingkungan pendidikan keagamaan,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru