BI Gandeng Babinsa Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Jateng

Minggu, 23 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Babinsa mengikuti edukasi sistem pembayaran digital yang digelar Bank Indonesia Jawa Tengah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta Babinsa mengikuti edukasi sistem pembayaran digital yang digelar Bank Indonesia Jawa Tengah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah terus memperluas edukasi keuangan digital kepada masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Srawung Karo Babinsa” yang berlangsung di Balai Diponegoro, Kota Semarang, pada 20 November 2025. Agenda yang digelar secara hybrid ini diikuti hampir 1.000 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Program ini menjadi bentuk sinergi BI Jawa Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pemahaman para Bintara Pembina Desa (Babinsa)—sosok yang selama ini memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di tingkat desa. Melalui peran strategis Babinsa, BI menilai literasi keuangan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan merata.

Dalam kegiatan tersebut, BI memberikan dua materi utama: perkembangan digitalisasi sistem pembayaran serta pelindungan konsumen di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital. Materi disampaikan langsung oleh para Duta Komunikasi BI, yang mewakili generasi muda dalam menyampaikan pesan mengenai keamanan transaksi digital.

Salah satu Duta Komunikasi BI, Hafids Haryonno dari Universitas Diponegoro, menjelaskan perkembangan digitalisasi di sektor pembayaran, termasuk peningkatan adopsi QRIS dan inovasi QRIS Tuntas. Menurutnya, transformasi sistem pembayaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM, terutama terkait efisiensi transaksi dan transparansi pencatatan keuangan. Ia menegaskan bahwa pemahaman Babinsa atas teknologi tersebut dapat mempercepat edukasi ke tingkat akar rumput.

Duta Komunikasi lainnya, M. Muchibbudin dari UIN Walisongo, memaparkan materi mengenai pelindungan konsumen BI. Ia menyoroti tren meningkatnya modus kejahatan digital seperti phishing, social engineering, hingga penyalahgunaan QRIS oleh pihak tidak bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama terkait permintaan data pribadi dan tautan mencurigakan.

“Babinsa memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan memberikan pendampingan kepada warga. Karena itu, literasi digital bagi Babinsa menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko penipuan keuangan di tingkat desa,” ujar Muchibbudin dalam sesi paparan.

Untuk memberikan pengalaman langsung, peserta juga mengikuti program Tebus Murah menggunakan QRIS. Aktivitas ini bertujuan memperlihatkan kemudahan transaksi digital sekaligus mendorong masyarakat semakin terbiasa dengan pembayaran nontunai.

Kepala BI Jawa Tengah berharap kolaborasi ini mendorong penyebaran edukasi keuangan yang lebih komprehensif di tengah maraknya kejahatan digital. Ia menekankan bahwa peran Babinsa menjadi kunci untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai keamanan transaksi dan penggunaan QRIS secara benar.

“Harapan kami, Babinsa tidak hanya memahami konsep digitalisasi pembayaran, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang benar dan mudah diterima masyarakat. Dengan begitu, risiko penipuan dapat ditekan, dan masyarakat semakin percaya menggunakan layanan keuangan digital,” ujarnya.

Bank Indonesia menilai, literasi keuangan digital yang merata menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem pembayaran di era modern. Melalui pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan makin terlindungi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru