KENDAL,RadarBangsa.co.id – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menanam pohon di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Senin (7/9/2026). Penanaman ini menjadi bagian dari rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri untuk memulihkan fungsi ekologis, menjaga tata air, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Program rehabilitasi DAS Bodri menargetkan penanaman sekitar 260 ribu pohon di lahan seluas 650 hektare yang tersebar di Blok Wonosari, Sukodadi, Singorojo, dan Kaliputih. Penanaman ditargetkan selesai dalam dua bulan dan dilanjutkan pemeliharaan selama tiga tahun hingga 2029.
Dyah menegaskan penanaman pohon tidak boleh sekadar menjadi seremoni. Menurutnya, rehabilitasi DAS merupakan investasi lingkungan untuk masa depan.
“Harapan kita, kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi untuk kita bersama di masa depan dan warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” kata Dyah.
Dia mengatakan pepohonan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi, mempertahankan air tanah, serta mengurangi risiko bencana. Kendal sendiri memiliki ancaman bencana beragam, mulai dari rob, banjir hingga tanah longsor.
Kepala BPDAS Pemali Jratun Aris Setia Utomo menambahkan, tanaman berkayu membantu menahan air hujan agar tidak langsung mengalir deras ke hilir. Air yang tertahan memiliki kesempatan lebih besar meresap ke tanah sehingga membantu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Selain tanaman tegakan seperti sengon dan jabon, program ini menanam tanaman buah berupa durian, nangka, dan rambutan. Tanaman buah tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan masyarakat ketika memasuki masa produksi.
“Masyarakat jangan hanya menjadi penonton. Mereka punya hak untuk mengelola kawasan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi,” ujar Aris.
Manajer K3 Lingkungan dan Keamanan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah Yeni B. Arianto mengatakan PLN juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah untuk membantu membuka akses pemasaran hasil tanaman buah melalui offtaker.
“Kami akan bantu implementasi ke offtaker, sehingga harapannya masyarakat tidak kesulitan menyalurkan atau menjual hasil tanaman buah-buahan,” katanya.
Rehabilitasi DAS Bodri juga melibatkan tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengelolaan kawasan. Program ini diharapkan tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat tata air dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Penulis : Rb
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar