SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Bupati Sidoarjo Subandi meresmikan fasilitas double deck parkir dan kamar operasi bedah jantung terbuka di RSUD R.T. Notopuro, Jumat (13/2/2026). Peresmian ditandai penekanan tombol bersama pimpinan DPRD dan jajaran pemerintah daerah.
Pembangunan dua fasilitas strategis tersebut menelan anggaran sekitar Rp34,5 miliar, yang bersumber dari dana mandiri Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Rinciannya, Rp24,3 miliar untuk parkir bertingkat dan Rp10,2 miliar untuk gedung operasi jantung.
Dalam sambutannya, Subandi menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar penambahan infrastruktur, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik di bidang kesehatan. Menurutnya, rumah sakit modern tidak hanya ditentukan kecanggihan alat medis, tetapi juga kenyamanan akses dan kualitas pengalaman pasien.
“Pelayanan harus cepat, mudah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kenyamanan akses dan ketertiban layanan menjadi tolok ukur penting,” ujarnya.
Double deck parkir dibangun untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir yang selama ini dikeluhkan pengunjung. RSUD Notopuro merupakan rumah sakit rujukan, tidak hanya bagi warga Sidoarjo, tetapi juga Pasuruan, Malang, dan sekitarnya. Tingginya mobilitas pasien dan keluarga kerap memicu kepadatan kendaraan.
Sementara itu, Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa kamar operasi bedah jantung terbuka dilengkapi fasilitas Intensive Cardiac Care Unit (ICCU). Pengembangan ini merespons peningkatan jumlah pasien penyakit jantung yang membutuhkan tindakan operasi kompleks.
“Kami melakukan renovasi dan peningkatan sarana prasarana, termasuk sumber daya manusia, untuk mendukung layanan jantung yang lebih komprehensif,” katanya.
Sebagai rumah sakit tipe A, RSUD Notopuro dituntut menyediakan layanan spesialistik dan subspesialistik yang lengkap. Pengembangan fasilitas kesehatan di rumah sakit ini telah dilakukan bertahap sejak 2014 guna meningkatkan mutu layanan.
Bupati juga mengajak seluruh tenaga medis dan manajemen rumah sakit menjaga integritas serta budaya pelayanan profesional dan humanis. Ia memastikan pembangunan tahun 2025 berjalan sesuai target dan tepat waktu.
Ke depan, pemerintah daerah membuka opsi perluasan area ke sisi selatan rumah sakit apabila kebutuhan layanan terus meningkat.
“Harapan kami, fasilitas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan memperkuat kualitas layanan kesehatan di Sidoarjo,” pungkas Subandi.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








