Dengar Aspirasi Masyarakat Saat Reses, Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Pendidikan Inklusi Berjenjang di Semua Tingkat

Minggu, 22 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama |Dok Foto Lia/ Ho RadarBangsa

Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama |Dok Foto Lia/ Ho RadarBangsa

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Selama masa reses yang berlangsung selama satu bulan penuh di berbagai daerah di Jawa Timur, Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama menemukan berbagai persoalan di sektor pendidikan yang belum sepenuhnya dijawab oleh kebijakan pemerintah. Salah satu isu yang paling menonjol adalah minimnya ketersediaan pendidikan inklusi yang berjenjang, dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Persoalan ini disampaikan langsung oleh para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Mereka mengaku kesulitan mencari sekolah lanjutan yang tetap menerapkan sistem inklusi secara konsisten. Padahal, pendidikan inklusi seharusnya bersifat berkelanjutan dan tidak berhenti di jenjang pendidikan tertentu.

“Saya menerima banyak aspirasi dari masyarakat, termasuk seorang ayah bernama Muhammad yang menceritakan bahwa anaknya telah lulus dari SD inklusi, namun hingga kini kesulitan mencari SMP yang juga menerima siswa berkebutuhan khusus. Kondisi ini tentu memprihatinkan,” ujar Ning Lia, sapaan akrab Dr. Lia Istifhama.

Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusi merupakan bentuk nyata dari pemenuhan hak anak atas pendidikan yang setara dan berkeadilan, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, yang menekankan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

“Pendidikan inklusif bukan sekadar konsep. Implementasinya harus menyeluruh dan berkelanjutan di semua jenjang pendidikan. Pemerintah wajib menjamin bahwa dari SD, SMP, hingga SMA/SMK tersedia sekolah yang ramah terhadap anak-anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Lia juga menyoroti pentingnya peran negara dalam menjamin kesinambungan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, melalui penyusunan regulasi yang mendukung, alokasi anggaran khusus, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Menurutnya, keberadaan sekolah inklusi tidak boleh bergantung semata pada inisiatif daerah atau menjadi sekadar program formalitas.

“Jika tidak ada langkah konkret, maka akan semakin banyak anak yang kehilangan hak pendidikannya hanya karena sistem yang belum siap. Saya mendorong Kementerian Pendidikan, baik pusat maupun daerah, untuk segera melakukan pemetaan dan penambahan sekolah inklusi di setiap jenjang pendidikan,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, Lia menyatakan akan menyampaikan usulan formal kepada pemerintah pusat dan kementerian terkait, agar pendidikan inklusi masuk dalam prioritas utama kebijakan nasional. Termasuk di dalamnya pemberian insentif kepada sekolah yang bersedia bertransformasi menjadi sekolah inklusif, serta pelatihan bagi guru agar mampu menjalankan pembelajaran yang adaptif dan ramah bagi semua peserta didik

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru