DPD RI Lia Istifhama Minta Presiden Tinjau Pro-Kontra Iuran Board of Peace

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Ning Lia menekankan aspirasi publik terkait keanggotaan Indonesia di Board of Peace. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id, 1/2/2026)

Senator Ning Lia menekankan aspirasi publik terkait keanggotaan Indonesia di Board of Peace. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id, 1/2/2026)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Iuran keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) senilai sekitar Rp16,7 triliun memicu pro dan kontra di masyarakat. Sebagian kalangan mempertanyakan urgensi membantu forum internasional yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sementara kondisi ekonomi dan sosial AS sendiri dinilai masih menghadapi berbagai persoalan.

Sorotan terhadap kebijakan ini datang dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto mencermati secara serius dinamika pro dan kontra terkait keputusan bergabung dalam Board of Peace.

“Pro dan kontra yang berkembang tidak bisa hanya dilihat dari sisi dukungan. Suara yang menolak juga perlu dibaca sebagai bagian dari aspirasi publik dalam sistem demokrasi,” kata Ning Lia di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Ning Lia menekankan, perbedaan pandangan publik harus menjadi pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan politik luar negeri Indonesia. Ia menilai respons masyarakat erat kaitannya dengan posisi strategis Indonesia di mata internasional, terutama dalam isu perdamaian pascakonflik Palestina yang selama ini menjadi perhatian publik.

Menurut Ning Lia, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional tidak boleh mengaburkan sikap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan. Pernyataan ini muncul setelah beredarnya petisi di Change.org yang mendesak Presiden Prabowo menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace.

“Petisi ini harus dibaca sebagai sinyal aspirasi publik. Apalagi inisiator Board of Peace memiliki catatan kebijakan luar negeri yang sering memicu perdebatan dalam konflik global,” tegas putri ulama besar KH Maskur Hasyim itu.

Ning Lia juga menyoroti kondisi keuangan Indonesia yang masih terbatas. Pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengusulkan bantuan terhadap Palestina dilakukan secara bertahap, karena anggaran Rp16,7 triliun tergolong sangat besar. Dana tersebut setara dengan iuran Indonesia selama 500 tahun di Sekretariat ASEAN atau sekitar 50 tahun iuran di PBB.

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru mengucurkan dana sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,7 triliun. Ia menyarankan Indonesia menjadi anggota biasa terlebih dahulu sambil memantau arah, tujuan, dan akuntabilitas forum.

“Sebaiknya kita menjadi anggota biasa dulu. Kita lihat dulu Board of Peace ini arahnya ke mana dan apakah benar-benar berpihak pada Palestina,” ujarnya dalam keterangan video, Sabtu (31/1/2026).

Dino menambahkan, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah mendesak, termasuk penanganan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera. “Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi. Pemerintah juga perlu menyiapkan dana cadangan darurat untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru