DPRD Lamongan Peringatkan Dinas dan Pengembang Soal Pelanggaran Izin Perumahan

Kamis, 11 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Lamongan Moh. Fredy Wahyudi saat diwawancarai awak media terkait pelanggaran pembangunan perumahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ketua DPRD Lamongan Moh. Fredy Wahyudi saat diwawancarai awak media terkait pelanggaran pembangunan perumahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamongan melayangkan peringatan keras kepada sejumlah dinas teknis dan para pengembang perumahan menyusul meningkatnya temuan pembangunan yang diduga tidak mematuhi prosedur. Sejumlah proyek disebut berjalan tanpa kejelasan status lahan, menabrak ketentuan lahan hijau, hingga beroperasi tanpa site plan yang sah.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua DPRD Lamongan, Moh. Fredy Wahyudi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP-CK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP), Kamis (11/12/2025). Fredy menekankan bahwa persoalan perizinan tidak boleh diabaikan, terutama untuk pembangunan yang berdiri di atas tanah tanpa Akta Jual Beli (AJB) yang sah.

“Kalau lahan belum ber-AJB, dinas tidak bisa mengeluarkan izin. Ini bukan soal administrasi semata, tapi perlindungan bagi pemilik tanah. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena hanya mengandalkan ikatan jual beli,” ujar Fredy dalam forum tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan Perda Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Menurutnya, dinas wajib memastikan setiap pengajuan perumahan tidak melanggar aturan lahan hijau yang telah ditetapkan.

“Kami ingin pembangunan berjalan tertib. Aturan sudah jelas, dan Lamongan punya payung hukum. Jangan sampai ada perizinan yang mengabaikan ketentuan lahan hijau,” tegasnya.

Peringatan itu tidak hanya dialamatkan kepada dinas. Para pengembang juga diminta menghentikan praktik memulai pembangunan sebelum izin dinyatakan lengkap. “Jangan ada bangunan berdiri dulu, izinnya belakangan. Itu menyalahi aturan dan tidak boleh ditoleransi,” katanya.

Fredy meminta pengawasan lapangan diperketat untuk mencegah praktik mendahului izin serta potensi permainan lahan oleh oknum tertentu. Namun ia menegaskan dinas tetap harus bersikap adil dalam pelayanan. “Jika pengembang membawa berkas lengkap sesuai aturan, layani dengan baik. Jangan dipersulit,” ucapnya.

Sebelumnya, Komisi C DPRD Lamongan juga menegur keras PT Zam-Zam karena perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang mandek. DPRD memberi tenggat pendek dan membuka opsi penghentian sementara kegiatan pembangunan bila proses tersebut tak segera selesai.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru