DPRD Ngawi Tekan Belanja Aparatur di APBD 2026

Rabu, 26 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama DPRD setempat menyiapkan langkah komprehensif untuk mengantisipasi penyusutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Penetapan pagu definitif dalam Rapat Paripurna DPRD pada 19–20 November 2025 menetapkan total APBD senilai Rp2,07 triliun, turun Rp257 miliar dari proyeksi awal Rp2,3 triliun. Turunnya transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi faktor utama penurunan anggaran tersebut.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menegaskan bahwa pengetatan fiskal tidak boleh mengganggu pelayanan publik. Menurutnya, sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap dipertahankan sebagai prioritas utama.
“Penurunan anggaran tentu menantang, tetapi komitmen kami tidak berubah. Infrastruktur dasar, irigasi, serta rehabilitasi sekolah tetap menjadi fokus untuk menjaga ketahanan pangan dan kualitas layanan,” ujarnya.

Di sisi pendapatan, Pemkab memperkuat strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah yang sedang disiapkan mencakup penertiban retribusi sumur dalam, penyesuaian NJOP, digitalisasi pajak hotel-restoran, serta penataan reklame. Targetnya, PAD dapat tumbuh minimal Rp100 miliar per tahun dan mencapai Rp1 triliun pada 2030.
“Kami menyiapkan pemutakhiran basis pajak dengan pendekatan digital agar kebocoran bisa ditekan,” kata Kepala BPKAD Ngawi.

Selain itu, Pemkab menggandeng Kementerian ATR/BPN memanfaatkan citra satelit untuk mengawasi perubahan fungsi lahan. Teknologi ini dinilai efektif meningkatkan kepatuhan perizinan dan pembayaran retribusi pemanfaatan ruang.

Dari sisi belanja, DPRD meminta pengendalian anggaran aparatur yang telah menembus lebih dari 50 persen total APBD. Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, menyebut perlunya memperkuat porsi belanja publik yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Belanja modal harus diarahkan tepat sasaran agar pembangunan memberi dampak nyata,” tegasnya.

Dengan penguatan PAD, efisiensi belanja, dan kolaborasi Pemkab–DPRD, pemerintah daerah optimistis APBD 2026 tetap mampu menjaga stabilitas pelayanan publik meski dalam kondisi fiskal ketat.

Penulis : En

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru