MATARAM, RadarBangsa.co.id — Masyarakat Kota Mataram, khususnya kader PKK dan ibu-ibu, diajak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan kesehatan dengan memanfaatkan aplikasi Emergency Button.
Aplikasi tersebut terhubung dengan layanan PSC 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram untuk mempercepat akses masyarakat terhadap pertolongan ketika menghadapi kondisi darurat.
Ajakan tersebut disampaikan Ibu Wali Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, S.Sos sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Mataram.
Ia mendorong masyarakat mengunduh aplikasi Emergency Button sebagai langkah sederhana untuk mempercepat permintaan bantuan ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan.
“Sebagai seorang ibu, tentu kita ingin memastikan keluarga kita aman. Kita ingin selalu ada ketika anak, suami, orang tua atau orang-orang yang kita sayangi membutuhkan pertolongan,” katanya, Kamis (24/09/2026).
Menurutnya, kondisi darurat kesehatan tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, kesiapan untuk memperoleh pertolongan perlu dibangun sebelum situasi genting terjadi.
“Tapi kita juga tahu tidak semua keadaan darurat bisa kita duga. Karena itu mari kita siapkan satu langkah sederhana untuk berjaga-jaga,” ujarnya.
Emergency Button terhubung dengan layanan PSC 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Layanan tersebut dirancang untuk mempercepat akses masyarakat terhadap pertolongan kegawatdaruratan kesehatan melalui panggilan 119 maupun aplikasi Emergency Button.
Dalam penerapannya, Emergency Button juga menjadi bagian dari sistem layanan kegawatdaruratan, termasuk program Permaisuri untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi.
Ketika tombol darurat diaktifkan, informasi dapat diteruskan kepada petugas medis dan layanan ambulans untuk menuju lokasi pasien.
Kinnastri menegaskan, pemanfaatan teknologi tersebut tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang rumit. Menurutnya, satu tindakan sederhana dari masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh pertolongan.
“Satu klik dari kita mungkin terlihat sederhana, tapi bisa menjadi awal datangnya pertolongan dan menyelamatkan seseorang,” tegasnya.
Ia juga mengajak kader PKK dan masyarakat tidak berhenti pada kepedulian secara verbal. Kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melindungi keluarga dan orang-orang di sekitar.
“Mari bersama menjaga keluarga dan sesama karena kepedulian bukan hanya tentang rasa sayang, tapi tentang tindakan nyata,” katanya.
Penguatan pemanfaatan Emergency Button tersebut sejalan dengan edukasi kegawatdaruratan di Kota Mataram. RSUD H. Moh. Ruslan sebelumnya juga menggandeng kader PKK dan organisasi perempuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali kondisi darurat serta mengetahui cara mengaktifkan layanan kegawatdaruratan.
“Satu klik, satu peduli untuk keselamatan bersama,” pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar