Gubernur Khofifah Dampingi Mentan, 828 Titik Pangan Murah Digelar di Jatim

Selasa, 23 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat membuka Gerakan Pangan Murah di Taman Mundu, Surabaya, Selasa (23/9/2025). (Dok Foto Biro Adpim via RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat membuka Gerakan Pangan Murah di Taman Mundu, Surabaya, Selasa (23/9/2025). (Dok Foto Biro Adpim via RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam pelaksanaan GPM di Taman Mundu, Surabaya, Selasa (23/9/2025).

Khofifah menyampaikan, hingga akhir September 2025, sudah ada 828 titik GPM yang digelar serentak di seluruh Jawa Timur. Program ini dinilai penting untuk memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat sekaligus menjaga daya beli.

“Ini adalah upaya nyata agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Dari 828 titik itu, penyelenggaraannya tersebar di kecamatan, Koramil, Polsek, hingga beberapa lokasi lain,” ujar Khofifah.

GPM di Jawa Timur melibatkan banyak pihak. Data Pemprov menunjukkan, dari 828 titik GPM, sebanyak 222 digelar di kantor kecamatan, 212 di Koramil, 378 di Polsek, dan sisanya tersebar di 16 titik lain. Setiap titik disediakan pasokan rata-rata tiga ton beras, hasil inisiatif Perum Bulog Kanwil Jatim.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, hingga Bulog menjadi kunci agar harga bahan pokok terkendali dan bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Pada GPM di Taman Mundu, Bulog menyalurkan 10 ton beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp55.000 per sak. Selain beras, dijual pula minyak goreng kemasan 1 liter seharga Rp15.000, gula pasir 1 kilogram Rp17.500, serta komoditas lain di bawah harga pasar.

Khofifah menegaskan GPM bukan hanya acara seremonial, tetapi langkah nyata dalam memperkuat distribusi pangan. Jawa Timur saat ini tercatat sebagai salah satu provinsi dengan surplus beras. Dari Januari hingga September 2025, produksi gabah mencapai 8,82 juta ton setara 5,1 juta ton beras. Dengan kebutuhan 3,43 juta ton, Jatim surplus lebih dari 1,6 juta ton.

Meski demikian, distribusi dinilai masih perlu percepatan. Berdasarkan data Bulog, penyaluran beras SPHP di Jatim baru mencapai 25,07 persen dari target hingga akhir tahun.

“Produksi melimpah harus diikuti distribusi yang cepat dan merata. Saya minta semua pihak mempercepat penyaluran, termasuk memaksimalkan aplikasi Klik SPHP agar lebih transparan,” tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, stabilitas harga bahan pokok berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan II 2025, perekonomian Jawa Timur tumbuh 3,09 persen, tertinggi di Pulau Jawa. Sementara realisasi investasi meningkat 7,2 persen dan kinerja ekspor naik 20,96 persen.

Selain itu, inflasi Jawa Timur pada Agustus 2025 tercatat 2,17 persen (year-on-year) dengan deflasi bulanan 0,10 persen, menandakan harga pangan relatif terkendali.

“Pasar murah selalu disambut antusias warga, ini menandakan kebutuhan nyata sekaligus bukti hadirnya pemerintah di tengah masyarakat,” jelas Khofifah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah Jawa Timur dalam menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, provinsi ini menjadi penyumbang terbesar produksi beras nasional.

“Hampir semua usulan Gubernur Jatim sudah direalisasikan, kecuali distribusi beras SPHP yang sedang diperbaiki. Saya sudah minta Bulog melaporkan distribusinya setiap hari,” kata Amran.

Ia menambahkan, Presiden memberi perhatian khusus kepada Jawa Timur karena kontribusinya sebagai lumbung pangan nasional.

“Semua pihak harus mendukung agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Kita adalah pelayan rakyat,” pungkas Mentan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru