Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim di Lampung Bangun Jembatan Harmoni Antar Provinsi

Kamis, 7 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama masyarakat Lampung asal Jawa Timur dalam acara Forum Silaturahmi bertema "Penguatan Pasar Antar Daerah" yang digelar di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (6/8/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama masyarakat Lampung asal Jawa Timur dalam acara Forum Silaturahmi bertema "Penguatan Pasar Antar Daerah" yang digelar di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (6/8/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

BANDAR LAMPUNG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat asal Jawa Timur yang kini bermukim di Provinsi Lampung untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menjadi teladan dalam mewujudkan kehidupan yang damai di tengah masyarakat majemuk.

Ajakan itu disampaikan Khofifah dalam forum silaturahim bersama masyarakat Jawa Timur di Lampung yang digelar di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Rabu (6/8). Selain memperkuat hubungan emosional dengan warga perantauan, silaturahmi tersebut juga diarahkan sebagai momentum membangun sinergi antarprovinsi.

“Di manapun panjenengan berada, itu adalah buminya Allah. Maka bawalah kebaikan, kedamaian, dan kerukunan ke mana pun panjenengan melangkah. Jaga seduluran, rawat keguyuban, dan hindari konflik. Di mana pun kita tinggal, mari menjadi duta kebaikan,” ujar Khofifah di hadapan ratusan warga.

Khofifah menekankan bahwa masyarakat Jatim yang tinggal di Lampung memiliki peran penting dalam membangun jembatan sosial antarwilayah. Menurutnya, konektivitas daerah tidak harus selalu dibangun melalui jalur formal atau birokrasi.

“Konektivitas antardaerah bisa dibangun siapa saja, melalui pendekatan ekonomi, budaya, sosial, pendidikan, atau kesehatan. Yang ingin kita dorong adalah konektivitas antara Jawa Timur dan provinsi lain, seiring dengan silaturahim masyarakat asal Jatim di daerah tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat perantauan untuk menjadi agen harmoni dan penjaga nilai-nilai luhur Jawa Timur dalam kehidupan sehari-hari.

“Silaturahim ini bukan hanya ruang temu warga Jatim di Lampung. Ini adalah jembatan antarbudaya. Ketika kita hidup di tengah keberagaman, penting bagi kita untuk menjadi perekat, bukan pemecah. Mari tunjukkan bahwa warga Jatim mampu membawa kedamaian di mana pun berada,” kata Khofifah.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu turut dimeriahkan dengan penampilan seni budaya khas Jawa Timur. Tarian Remo dan atraksi Reog Ponorogo dipersembahkan oleh para pelaku seni muda yang lahir dan besar di Lampung, menandakan bahwa pelestarian budaya tetap tumbuh meski jauh dari kampung halaman.

Khofifah mengungkapkan kebanggaannya atas semangat para perantau dalam menjaga nilai-nilai budaya daerah asal. Ia menilai paguyuban bukan sekadar tempat berkumpul, tapi juga sebagai pusat ekspresi kebudayaan dan representasi jati diri bangsa.

“Paguyuban ini tidak hanya jadi tempat berkumpul, tapi juga representasi peradaban Nusantara. Kita punya tanggung jawab untuk merawat harmoni, budaya, dan kolaborasi antardaerah,” ucapnya.

Di hadapan warga, Khofifah juga menyampaikan kabar gembira bahwa Museum Reog Ponorogo akan segera diresmikan. Museum tersebut dijadwalkan dibuka secara resmi pada 11 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Ponorogo.

“Museum ini menjadi simbol kebanggaan budaya Jatim. Apalagi Reog kini telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia. Ini menjadi kebanggaan kita bersama. Harapannya, museum ini bukan hanya ikon lokal Ponorogo, tetapi juga magnet budaya nasional,” katanya.

Penasihat Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Lampung, Kolonel (Purn.) Sutomo, memberikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Khofifah yang dinilai konsisten menjaga hubungan emosional dengan warga di perantauan.

“Bu Khofifah telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga ikatan emosional dan kekeluargaan dengan kami di perantauan. Sudah dua kali beliau hadir langsung ke sini. Kehadiran beliau bukan hanya menghadirkan semangat guyub rukun, tapi juga membawa energi baru untuk memperkuat solidaritas dan kontribusi warga Jatim di Lampung,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata yang diberikan kepada kegiatan paguyuban, baik berupa dukungan moril maupun materil yang telah memperkuat eksistensi dan peran sosial warga Jatim di Lampung.

“Dukungan beliau telah memperkuat peran paguyuban sebagai wadah pemersatu dan pemberdaya masyarakat. Kami merasa diperhatikan, dihargai, dan diberi ruang untuk terus maju,” imbuhnya.

Di akhir acara, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan tali asih sebesar Rp50 juta kepada paguyuban masyarakat Jawa Timur di Lampung sebagai bentuk dukungan untuk keberlangsungan kegiatan sosial dan kebudayaan.

Selain jajaran Paguyuban Jamur Kesuma, turut hadir dalam forum tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, serta sejumlah pejabat dari Pemprov Jatim dan Pemprov Lampung.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru