Gubernur Khofifah Resmikan Fasilitas SMAN Taruna Madani dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB di Pasuruan–Probolinggo

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana fasilitas penunjang pendidikan dan revitalisasi sekolah.(Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana fasilitas penunjang pendidikan dan revitalisasi sekolah.(Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur sekaligus rehabilitasi dan revitalisasi 22 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Program ini ditegaskan sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan menengah dan vokasi guna menyiapkan sumber daya manusia berdaya saing.

Peresmian sarana dan prasarana pendidikan tersebut dilakukan Kamis (15/1). Menurut Khofifah, pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah tidak semata menyasar aspek fisik, tetapi menjadi fondasi strategis dalam menciptakan ekosistem belajar yang sehat dan bermartabat.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi putra-putri Jawa Timur, guna mencetak generasi emas yang kompetitif dan berkarakter,” kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa sekolah adalah ruang tumbuh peserta didik, tempat nilai, karakter, serta cita-cita dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, pemenuhan fasilitas pendidikan harus dipahami sebagai upaya menjaga masa depan generasi.

“Saat pemerintah memenuhi sarana dan prasarana sekolah, sesungguhnya yang kita jaga bukan hanya bangunan, tetapi martabat pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, rehabilitasi dan revitalisasi ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Fasilitas yang diperbaiki mencakup ruang kelas, sanitasi, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya.

“Program ini tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga membangun ekosistem belajar yang sehat agar mutu pendidikan menengah dan vokasi tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.

Ia menambahkan, dukungan infrastruktur pendidikan diharapkan berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa. Lingkungan belajar yang tertata dinilai mampu mendorong efektivitas proses belajar-mengajar.

“Suasana belajar mengajar menjadi makin convenient dan harapan kita prestasi siswa juga semakin meningkat. Ini bagian dari program besar peningkatan kualitas SDM Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Revitalisasi dan rehabilitasi fasilitas pendidikan ini menyasar 22 sekolah di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Di wilayah Pasuruan, terdapat 16 sekolah yang menerima perbaikan dengan total anggaran sekitar Rp 16,33 miliar.

Sekolah tersebut meliputi SMAN Taruna Madani Jawa Timur, SMAN 1 Pandaan, SMAN 3 Pasuruan, SMAN 1 Pasuruan, SMAN 1 Purwosari, SMAN 1 Pandaan, SMKN 1 Purwosari, SMKN 1 Grati, serta sejumlah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta lainnya.

Sementara di wilayah Probolinggo, rehabilitasi dilakukan pada enam sekolah, yakni SMAN Sukapura, SMAN 3 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMA Taruna Dra. Zulaeha, SMAS Nurul Hasan, dan SLBN Gending, dengan nilai anggaran mencapai Rp 7,38 miliar.

Khofifah menegaskan, revitalisasi ini juga mencerminkan prinsip keadilan dan kemitraan dalam penyelenggaraan pendidikan. Sekolah swasta, menurutnya, memiliki peran strategis yang setara dengan sekolah negeri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Di manapun siswa bersekolah, mereka memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak. Karena itu, rehabilitasi sekolah negeri dan swasta harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan Jawa Timur,” ucapnya.

Gubernur Jawa Timur itu mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya memastikan bangunan berdiri kokoh, tetapi juga menjamin fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran bermutu.

“Revitalisasi fisik harus diikuti dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar, dan cara memimpin sekolah. Kepala sekolah dan guru perlu menjadikan momentum ini sebagai penguat inovasi dan kolaborasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pendidik sebagai jiwa dari pendidikan itu sendiri. Fasilitas yang baik, menurut Khofifah, tidak akan bermakna tanpa guru yang mengajar dengan hati dan peserta didik yang belajar dengan disiplin serta akhlak yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyinggung upaya Pemprov Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan Talent DNA. Jawa Timur disebut sebagai provinsi pertama yang memiliki Bank Talent DNA di sektor pendidikan.

“Kita sudah memiliki Bank Talent DNA. Ketika instansi atau lembaga membutuhkan talenta tertentu, mereka dapat mengaksesnya dari Bank Talent DNA Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, Talent DNA berfungsi untuk mengidentifikasi potensi dan kompetensi peserta didik secara lebih presisi. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan masa depan yang menuntut spesialisasi dan profesionalisme.

“Talent DNA adalah cara kita memitigasi bahwa setiap anak memiliki kekuatan luar biasa, asalkan dikenali dan dikembangkan sesuai potensinya,” katanya.

Di balik peresmian sarana dan prasarana sekolah tersebut, Khofifah menyebut ada harapan orang tua, dedikasi guru, dan masa depan generasi muda Jawa Timur yang sedang bertumbuh.

“Mari kita jaga dan rawat bersama hasil ikhtiar ini dengan penuh tanggung jawab. Mari kita isi dengan proses pendidikan yang bermakna agar sekolah-sekolah di Jawa Timur benar-benar melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pungkas Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru