Gubernur Khofifah Resmikan SMAN 2 Taruna Pamong Praja dan Revitalisasi 52 Sekolah di Bojonegoro–Tuban

Kamis, 29 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Pamong Praja di Bojonegoro, Rabu (28/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Pamong Praja di Bojonegoro, Rabu (28/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

BOJONEGORO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat layanan pendidikan menengah, vokasi, dan pendidikan khusus yang merata serta berkeadilan. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan sarana dan prasarana SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1), bersamaan dengan peresmian hasil revitalisasi dan rehabilitasi 52 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Bojonegoro dan Tuban.

Peresmian ini merupakan bagian dari implementasi program Jatim Cerdas yang menekankan pendidikan berdampak, tidak hanya pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga pada penguatan karakter, kualitas pembelajaran, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan masa depan. Sebanyak 52 sekolah yang diresmikan terdiri dari 18 SMA, 25 SMK, dan 9 SLB, baik negeri maupun swasta, yang berada di bawah koordinasi Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro dan Tuban.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan merupakan ikhtiar berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga mutu pendidikan menengah dan pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, sekolah-sekolah harus memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak agar proses pembelajaran berjalan optimal.

“Bantuan revitalisasi dan rehabilitasi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan anak-anak Jawa Timur mendapatkan hak yang sama atas pendidikan yang berkualitas, baik di sekolah negeri maupun swasta,” ujar Khofifah.

Peresmian dipusatkan di lingkungan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, sekolah berasrama yang memiliki kekhasan dalam sistem pembinaan karakter taruna-taruni. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah meninjau sejumlah fasilitas baru yang diresmikan, di antaranya Asrama Putra Bhakti Praja, Kolam Renang Tirta Bhakti, Ruang Makan Graha Adhigana, serta lintasan jogging track di kawasan sekolah.

Menurut Khofifah, keberadaan sekolah berbasis asrama memberikan ruang yang lebih luas untuk membangun karakter peserta didik secara menyeluruh. Pembinaan tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kebersamaan.

“Sekolah berasrama seperti ini memungkinkan pembentukan karakter dilakukan secara lebih intensif dan terarah,” katanya.

Asrama Putra Bhakti Praja, lanjut Khofifah, menjadi ruang penting dalam proses pengasuhan dan pendampingan taruna-taruni. Melalui kehidupan berasrama, peserta didik dilatih mengelola waktu, membangun solidaritas, serta memahami nilai-nilai kepemimpinan sejak dini. Sementara itu, fasilitas kolam renang dan jogging track disiapkan untuk menunjang kebugaran jasmani siswa.

Khofifah menekankan bahwa kesehatan fisik memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan kemampuan berpikir peserta didik. Oleh karena itu, penyediaan sarana olahraga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mencetak generasi yang sehat secara jasmani dan rohani. Adapun Ruang Makan Graha Adhigana dinilai berperan dalam membangun etika sosial, kedisiplinan, serta kebiasaan hidup tertib dalam lingkungan berasrama.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan perhatian khusus pada peran wali asrama dan wali asuh. Ia meminta agar pola pengasuhan disesuaikan dengan dinamika sosial dan tahapan tumbuh kembang anak, sehingga peserta didik merasa aman, didampingi, dan dihargai.

“Pola pengasuhan harus mampu menjawab tantangan zaman dan mendekatkan pendidik dengan peserta didik sesuai kebutuhan perkembangan mereka,” pesannya.

Secara lebih luas, Khofifah menaruh harapan besar pada SMAN 2 Taruna Pamong Praja sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi pemimpin masa depan. Ia menyebut sekolah ini sebagai satu-satunya di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

“Harapannya, dari sekolah ini akan lahir generasi muda yang menjadi juru bicara kebhinekaan, kenusantaraan, serta persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Khofifah.

Selain peresmian di SMAN 2 Taruna Pamong Praja, revitalisasi dan rehabilitasi 52 sekolah di Bojonegoro dan Tuban dipandang sebagai bagian dari satu ekosistem pendidikan Jawa Timur. Khofifah menegaskan bahwa setiap peserta didik, tanpa memandang status sekolah, memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak.

Ia menambahkan bahwa tantangan pendidikan ke depan tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan fasilitas yang ada. Revitalisasi bangunan harus diiringi dengan pembaruan cara mengajar, cara belajar, serta penguatan kepemimpinan di tingkat sekolah.

“Kepala sekolah dan guru perlu menjadikan revitalisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa di balik setiap ruang kelas yang diperbaiki terdapat harapan orang tua, dedikasi para guru, dan masa depan anak-anak Jawa Timur. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan.

“Semoga sekolah-sekolah di Jawa Timur benar-benar menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia,” katanya menutup sambutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepemimpinan Gubernur Khofifah terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, kehadiran Gubernur pada peresmian tersebut menjadi penguat semangat bagi insan pendidikan di Bojonegoro dan Tuban.

Aries menjelaskan bahwa pembangunan dan revitalisasi sarana prasarana bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan pendidikan, sekaligus mendukung sistem pendidikan berasrama yang sehat dan manusiawi. Program ini juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem pembinaan karakter yang terpadu, disiplin, dan berkelanjutan.

“Ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan berdampak yang dicanangkan Ibu Gubernur, yakni pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk watak dan ketangguhan generasi muda Jawa Timur,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen sekolah di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Hingga saat ini, sebanyak 550 sekolah di berbagai wilayah Jawa Timur telah mendapatkan dukungan revitalisasi dan rehabilitasi berdasarkan proposal serta tingkat kelayakan.

“Termasuk di Bojonegoro dan Tuban. Mudah-mudahan ke depan Jawa Timur kembali memperoleh dukungan yang signifikan agar sekolah-sekolah benar-benar dapat dinikmati oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran,” pungkas Aries.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Berita Terbaru