JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperluas layanan kesehatan melalui program Homecare yang terintegrasi dengan Telemedicine. Layanan ini dirancang agar pemeriksaan dan pendampingan medis bisa hadir langsung ke rumah warga, terutama bagi masyarakat miskin, miskin ekstrem, dan kelompok rentan yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan kebijakan tersebut lahir dari aspirasi warga yang selama ini menghadapi hambatan bukan hanya biaya berobat, tetapi juga biaya dan tenaga untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit. Kondisi itu dinilai semakin berat bagi pasien yang harus menjalani pengobatan dalam waktu lama.
“Kami mendengarkan banyak aspirasi masyarakat. Ternyata bagi saudara-saudara kita yang miskin dan miskin ekstrem, persoalannya bukan hanya biaya berobat, tetapi juga biaya ketika harus meninggalkan rumah menuju puskesmas atau rumah sakit, terutama bagi mereka yang menjalani pengobatan dalam waktu lama,” ujar Gus Fawait.
Melalui skema Homecare, petugas kesehatan akan mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dasar dan pendampingan medis. Program ini diprioritaskan bagi warga miskin dan miskin ekstrem yang menderita penyakit kronis, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, serta anak-anak yang mengalami stunting.
Dalam setiap kunjungan, petugas membawa peralatan kesehatan, obat-obatan, dan memanfaatkan fasilitas Telemedicine. Dengan begitu, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga dokter subspesialis tanpa harus datang ke rumah sakit.
Pemkab Jember juga menyiapkan bantuan sembako bagi warga penerima layanan Homecare. Menurut Gus Fawait, langkah itu menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung pengentasan kemiskinan di daerah.
“Petugas kesehatan akan datang ke rumah-rumah warga, membawa peralatan kesehatan untuk pemeriksaan dasar, menyediakan fasilitas telemedicine dengan dokter umum, dokter spesialis bahkan subspesialis, membawa obat-obatan, sekaligus memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang menerima layanan Homecare. Ini adalah perjuangan untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember,” jelasnya.
Gus Fawait menegaskan, layanan Homecare dan Telemedicine merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan. Pemkab Jember juga ingin mencegah masyarakat jatuh miskin akibat beban penyakit yang berkepanjangan dan biaya perawatan yang tidak ringan.
“Kami bertekad tidak boleh lagi ada warga Jember yang tidak mampu tidak bisa berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Kami juga tidak ingin ada masyarakat yang jatuh miskin karena harus menanggung beban penyakit yang berkepanjangan. Melalui Homecare dan Telemedicine, pelayanan kesehatan akan hadir langsung ke rumah warga yang membutuhkan,” tegas Gus Fawait.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar