PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Apel Peringatan Hari Jadi ke-666 di Stadion Bayuangga, Kamis (4/9). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian perayaan yang mengusung tema “Semangat Bersatu Mewujudkan Kreativitas, Kearifan Lokal, dan Kemandirian, untuk Kota Probolinggo Bersolek.”
Apel dipimpin Camat Wonoasih, Deus Nawandi, yang tampil dengan busana khas Sakera. Laporan dibuka dengan satu kali cambukan sebagai simbol semangat perjuangan. Sementara itu, Wali Kota dr. Aminuddin hadir mengenakan pakaian adat Bugis, menegaskan keberagaman budaya sebagai ciri khas Kota Probolinggo.
Ribuan peserta apel berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar SMP dan SMA, komunitas ojek online, sopir angkutan umum, anggota Pramuka, Damkar, Linmas, pegawai Pemkot, hingga TNI-Polri. Jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut hadir dalam balutan pakaian adat nusantara.
Sejarah panjang Kota Probolinggo dibacakan Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Surya Darmawati, yang merujuk pada masa pemerintahan Raja Majapahit Hayam Wuruk sebagaimana tertulis dalam Negarakertagama.
Dalam amanatnya, Wali Kota Aminuddin menyampaikan syukur atas situasi kota yang tetap aman dan tertib. Ia menekankan tonggak penting perjalanan kota, mulai dari pembangunan Pelabuhan Tanjung Tembaga hingga pengembangan jalur kereta api dan jalan raya yang menghubungkan Probolinggo dengan kota besar lain.
“Kota Probolinggo tetap mempertahankan identitasnya sebagai kota yang ramah, dinamis, dan kaya tradisi. Keberagaman ini adalah potensi besar yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Selain apel, rangkaian peringatan hari jadi meliputi ziarah ke makam mantan wali kota dan wakil wali kota, yasinan dan istigasah, rapat paripurna DPRD, hingga hiburan rakyat di Stadion Bayuangga. Pawai budaya dan gowes bersama juga dijadwalkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat.
Wali kota menggaungkan slogan “Probolinggo Bersolek” yang bermakna bukan hanya mempercantik kota, melainkan juga transformasi menuju kota bersih, elok, ramah, sejahtera, organik, serta mengedepankan potensi lokal.
“Dengan semangat bersolek, kita perkuat karakter masyarakat, memperindah lingkungan, membangun ekonomi berkelanjutan, dan mengembangkan kreativitas lokal untuk masa depan yang inklusif dan bermartabat,” ujar Amin.
Berbagai penghargaan turut diserahkan, mulai dari 52 bidang aset dari BPN kepada Pemkot, Tunjangan Hari Tua (THT), penghargaan wajib pajak teladan, hingga santunan bagi anak yatim dan dhuafa melalui Baznas.
Momen menarik hadir saat komunitas ojek online memberikan bunga kepada jajaran forkopimda, sebagai simbol dukungan atas keamanan dan kedamaian kota.
Apel ditutup dengan pelepasan 666 burung merpati sebagai simbol doa dan cinta damai.
“Mudah-mudahan pesan positif ini membawa kemakmuran bagi Kota Probolinggo tercinta,” tutur Amin penuh harap.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Nanang
Editor : Zainul Arifin








