LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Program Inpres Jalan Daerah (IJD) preservasi Jalan Made–Plembon sepanjang 2,45 kilometer resmi selesai dan mulai dioperasikan pada Jumat (9/1/2026). Rampungnya proyek ini memperkuat konektivitas wilayah selatan Lamongan yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi pangan utama.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, didampingi Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, serta PPK 4.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali, Arfiyan Yanuardi.
Jalan Made–Plembon merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan pertanian sekaligus dilalui armada Trans Jatim. Keberadaan infrastruktur ini dinilai krusial untuk memperlancar mobilitas hasil pertanian, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, preservasi jalan melalui program IJD menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan. “Jalan ini diharapkan memberi manfaat nyata, khususnya bagi sektor pertanian dan transportasi. Infrastruktur selalu dinamis, dan kami akan terus berupaya agar kualitasnya terjaga demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar usia layanan jalan lebih panjang dan manfaatnya berkelanjutan.
Sementara itu, PPK 4.5 BBPJN Jatim–Bali Arfiyan Yanuardi menjelaskan, proyek ini dikerjakan dengan kontrak relatif singkat selama 55 hari kalender dengan nilai anggaran sekitar Rp28 miliar. “Total ruas Made–Plembon–Sugio sebenarnya mencapai sekitar 5,3 kilometer. Dukungan APBN tahap ini baru 2,45 kilometer, sehingga masih ada segmen yang membutuhkan penanganan lanjutan,” jelasnya.
Menurut Arfiyan, ruas Made–Plembon–Sugio merupakan kawasan lumbung padi nasional yang perlu konektivitas memadai. “Harapannya, kelanjutan proyek ini dapat diusulkan kembali agar fungsi jalan benar-benar optimal mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








