LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Proyek pengecoran ruas jalan Sukobendu–Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, dipastikan segera rampung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Lamongan, Andhy Kurniawan, menyebutkan bahwa seluruh pekerjaan fisik dijadwalkan selesai pada akhir pekan depan atau sebelum akhir Agustus 2025.
“Memang benar, pengerjaan pengecoran di ruas jalan Sukobendu–Kembangbahu akan selesai dalam waktu dekat,” kata Andhy saat ditemui, Selasa (12/8/2025).
Proyek ini mencakup perbaikan jalan sepanjang 853 meter. Hingga awal pekan ini, 756 meter telah selesai dikerjakan, sementara sisa 97 meter akan dikebut dalam beberapa hari ke depan. Andhy menjelaskan, metode pengerjaan yang digunakan kali ini berbeda dari biasanya.
“Kalau biasanya dikerjakan per sisi, kali ini kami cor penuh sekaligus demi mempercepat penyelesaian,” ujarnya.
Selama proses pembangunan, arus lalu lintas dialihkan melalui Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu, atau dari arah Sugio. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kemacetan sekaligus memberi ruang bagi alat berat bekerja lebih optimal.
“Meskipun perjalanan menjadi lebih jauh, kami berharap masyarakat bersabar hingga pengerjaan selesai,” imbau Andhy.
Meskipun target penyelesaian fisik tercapai pekan depan, jalan tersebut belum akan langsung dibuka untuk umum. Hal ini dikarenakan pengecoran memerlukan masa pengeringan sebelum bisa dilalui kendaraan.
“Setelah selesai, jalan harus menunggu masa pengeringan. Kalau sudah kering, akan dibuka terlebih dahulu untuk kendaraan roda dua,” jelasnya.
Jika cuaca mendukung dan proses pengeringan berjalan sesuai rencana, Pemkab Lamongan menargetkan pembukaan untuk kendaraan roda dua pada awal bulan depan. Sementara itu, kendaraan roda empat baru diizinkan melintas setelah kondisi beton benar-benar kering dan aman.
Ruas Sukobendu–Kembangbahu merupakan salah satu jalur penghubung penting di Lamongan yang kerap dilalui kendaraan menuju kawasan Kembangbahu dan Sugio. Perbaikan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus memperpanjang usia pakai jalan.
“Ini adalah jalur vital bagi distribusi barang dan mobilitas warga. Kami ingin memastikan kualitasnya optimal sehingga bertahan lama,” tambah Andhy.
Dengan rampungnya proyek ini, pemerintah daerah berharap kemacetan dan kerusakan jalan di kawasan tersebut dapat teratasi, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








