Judi Online Kian Menggila, Lia Istifhama Bongkar Jeratan yang Hancurkan Warga

Minggu, 26 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI, Lia Istifhama  Minggu (26/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI, Lia Istifhama Minggu (26/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Fenomena judi online kian mengkhawatirkan dan dinilai sebagai ancaman serius bagi masyarakat. Dengan kemasan digital yang mudah diakses dan iming-iming keuntungan instan, praktik ini tak hanya menyasar individu, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi keluarga dan kesehatan mental warga.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menilai maraknya judi online bukan sekadar persoalan hukum, melainkan krisis sosial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

“Awalnya terlihat seperti hiburan ringan yang menghasilkan. Tapi perlahan, justru mengikat dan sulit dilepaskan,” ujar Lia, Minggu (26/4).

Fenomena ini dinilai berbahaya karena banyak korban tidak menyadari pola jeratan yang sistematis. Platform judi online kerap memberikan kemenangan awal untuk memancing pengguna terus bermain, hingga akhirnya terjebak dalam siklus kekalahan dan ketergantungan.

Dampaknya pun nyata. Dari sisi ekonomi, banyak keluarga mengalami kerugian finansial akibat kebiasaan berjudi yang terus berulang. Pengguna kerap terdorong untuk kembali bermain demi menutup kerugian, yang justru memperparah kondisi keuangan.

Tak hanya itu, dampak psikologis juga menjadi sorotan. Judi online memicu kecanduan yang berujung pada stres, kecemasan, bahkan depresi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga hubungan sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Yang terlihat sederhana bisa berubah menjadi tekanan mental yang berat. Ini bukan sekadar permainan, tapi jebakan psikologis,” tegas Lia.

Dalam jangka panjang, keterlibatan dalam judi online dapat mengganggu produktivitas dan masa depan seseorang. Banyak kasus menunjukkan individu kehilangan pekerjaan, menurunnya kualitas hidup, hingga rusaknya relasi sosial akibat kecanduan.

Kemudahan akses menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran praktik ini. Dengan hanya menggunakan ponsel, siapa saja dapat terhubung ke platform judi online tanpa pengawasan ketat, termasuk generasi muda yang rentan terpengaruh.

Melihat kondisi ini, Lia menekankan pentingnya langkah preventif berbasis edukasi dan penguatan literasi digital. Ia mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, serta tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan instan.

“Tidak ada hasil besar tanpa risiko. Masyarakat harus lebih kritis dan mampu mengendalikan penggunaan digital,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengalihkan aktivitas ke hal yang lebih produktif dan bernilai positif, sebagai upaya konkret menjauhkan diri dari godaan judi online.

Di sisi lain, peran pemerintah dinilai krusial dalam memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap platform ilegal. Upaya ini perlu diiringi dengan kampanye edukasi yang masif agar masyarakat memiliki kesadaran kolektif terhadap bahaya judi online.

Lia pun menutup dengan pesan tegas kepada masyarakat agar tidak menyepelekan ancaman ini.

“Jangan mudah tergiur janji cepat. Hentikan sebelum terlambat, karena dampaknya bisa menghancurkan masa depan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru