Kecelakaan Maut di Lamongan, Truk Hancur Ditabrak KA

Kamis, 19 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan mengevakuasi truk tangki air yang hancur usai tertabrak Kereta Ambarawa Ekspres di perlintasan Karanglangit, Lamongan. Rabu (18/6/2025) | Dok Foto Ho/ RadarBangsa

Petugas gabungan mengevakuasi truk tangki air yang hancur usai tertabrak Kereta Ambarawa Ekspres di perlintasan Karanglangit, Lamongan. Rabu (18/6/2025) | Dok Foto Ho/ RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api JPL 307A Km 183+2 jalur hilir, tepatnya di Desa Karanglangit, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Rabu (18/6/2025) sekitar pukul 14.40 WIB. Sebuah truk tangki air bernomor polisi S 8057 UQ terbelah dua setelah tertabrak Kereta Api Ambarawa Ekspres 265 jurusan Surabaya–Semarang yang melaju dari arah timur (Surabaya) ke barat (Semarang).

Akibat insiden ini, pengemudi truk tangki, Ahmad Ainun Badiuyun (21), warga Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Polsek Lamongan Kota bersama Unit Laka Polres Lamongan, Unit Reskrim, dan petugas Polsuska, diketahui bahwa saat kejadian palang pintu perlintasan resmi JPL 308A tidak dalam kondisi tertutup.

“Petugas palang pintu atas nama Siswadi (53), warga Desa Karanglangit yang bekerja di bawah PT YJN, dilaporkan tidak masuk kerja karena sakit usai menjalani operasi batu ginjal. Akibatnya, tidak ada yang menutup palang pintu saat kereta melintas,” jelas Ipda Hamzaid.

Kronologi kejadian bermula ketika KA Ambarawa Ekspres dengan nomor lokomotif CC 2039506 yang dimasinisi Bagus Subagyo melaju dari arah Surabaya. Pada saat bersamaan, truk tangki air yang dikemudikan Ahmad Ainun melintas dari arah utara ke selatan di perlintasan tersebut.

Karena tidak adanya penghalang maupun peringatan dari palang pintu, truk melaju ke rel dan langsung tertabrak kereta yang datang dengan kecepatan tinggi. Benturan keras membuat truk terseret dan terguling ke arah selatan. Kepala truk ringsek dan pengemudi mengalami luka berat di bagian kepala.

“Korban sempat dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Lamongan. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan,” imbuh Hamzaid.

Truk yang mengalami kerusakan parah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dari Polri dan PT KAI. Sementara itu, arus kereta api tidak mengalami gangguan berarti, namun perlintasan sempat disterilkan selama proses evakuasi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru