Kejari Pelalawan Limpahkan Lima Berkas Korupsi Pupuk Subsidi ke PN Tipikor Pekanbaru

Selasa, 7 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Penuntut Umum Kejari Pelalawan melimpahkan lima berkas perkara dugaan korupsi pupuk subsidi ke PN Tipikor Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim Penuntut Umum Kejari Pelalawan melimpahkan lima berkas perkara dugaan korupsi pupuk subsidi ke PN Tipikor Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Perkara dugaan korupsi pupuk subsidi Pelalawan memasuki tahap baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan resmi melimpahkan lima berkas perkara beserta surat dakwaan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (7/7/2026).

Pelimpahan dilakukan Tim Penuntut Umum Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Pelalawan sekitar pukul 12.30 WIB di PN Pekanbaru. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, selama tahun anggaran 2019 hingga 2022.

Lima terdakwa yang berkasnya telah dilimpahkan masing-masing berinisial AS, EW, JH, Y, dan ZE. Bersamaan dengan pelimpahan itu, jaksa juga menyerahkan lima surat dakwaan sebagai dasar proses persidangan di Pengadilan Tipikor.

Para terdakwa didakwa melanggar ketentuan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta ketentuan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan. Jaksa juga mengajukan dakwaan subsider berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor beserta pasal-pasal terkait.

Proses pelimpahan berkas selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Tahapan berikutnya adalah menunggu penetapan majelis hakim dan jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru untuk memeriksa perkara tersebut.

Kejari Pelalawan menegaskan proses hukum dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan penyaluran pupuk subsidi. Perkara ini dinilai berkaitan dengan program yang seharusnya mendukung kebutuhan petani melalui distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran.

Melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Kajari Pelalawan menegaskan komitmennya mengawal penanganan perkara hingga tuntas. “Pupuk subsidi harus tepat sasaran untuk petani. Kami pastikan setiap penyimpangan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru