Kendalikan PMK, Gubernur Khofifah Distribusikan 453 Ribu Vaksin ke 38 Daerah di Jatim

Kamis, 29 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat distribusi vaksin PMK tahap pertama di Surabaya, Kamis (29/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat distribusi vaksin PMK tahap pertama di Surabaya, Kamis (29/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat merespons peningkatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada awal 2026 dengan mendistribusikan 453 ribu dosis vaksin tahap pertama ke 38 kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk melindungi populasi ternak dan menjaga posisi Jawa Timur sebagai lumbung ternak nasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan percepatan vaksinasi PMK menjadi strategi utama pengendalian wabah, mengingat sektor peternakan memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan dan ekonomi peternak rakyat.

“Jawa Timur adalah lumbung ternak nasional. Karena itu, perlindungan populasi ternak menjadi prioritas. Dengan vaksinasi serentak, kita dorong terbentuknya herd immunity agar ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (29/1/2026).

Distribusi 453 ribu dosis vaksin PMK tahap pertama tersebut dilakukan melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di masing-masing daerah. Vaksin ini langsung digunakan dalam Gerakan Vaksinasi PMK Serentak yang dilaksanakan serempak di seluruh kabupaten/kota mulai 29 Januari 2026.

Pemprov Jatim menerjunkan ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan untuk melakukan vaksinasi langsung ke kandang-kandang ternak milik masyarakat. Program vaksinasi ini dijadwalkan berlanjut hingga September 2026, seiring dengan distribusi vaksin tahap berikutnya.

Khofifah menjelaskan, kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar lonjakan kasus PMK tidak meluas dan mengganggu stabilitas produksi ternak, terutama sapi potong dan sapi perah yang menjadi tulang punggung peternakan di Jawa Timur.

“Kami mulai distribusikan vaksin dalam skala besar hari ini. Ini bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi populasi ternak dan memastikan aktivitas peternakan tetap berjalan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI. Untuk tahun 2026, pemerintah pusat mengalokasikan total 1.510.000 dosis vaksin PMK khusus bagi Jawa Timur, yang akan didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan wilayah.

Selain vaksinasi, pengendalian PMK dilakukan melalui penguatan biosekuriti kandang, pengawasan ketat lalu lintas ternak, serta peningkatan edukasi kepada peternak. Petugas kesehatan hewan juga disiagakan di pasar-pasar hewan untuk mencegah peredaran ternak sakit.

“Penutupan sementara pasar hewan akan diterapkan secara selektif di wilayah dengan tingkat kasus tinggi atau zona merah, sebagai langkah pencegahan,” jelas Khofifah.

Sebagai penguatan penanganan, Pemprov Jatim juga mengaktifkan kembali Satuan Tugas PMK yang melibatkan BPBD, aparat kewilayahan, serta unsur TNI dan Polri. Peran Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perangkat desa turut dioptimalkan untuk pendampingan dan pengawasan di lapangan.

“Penanganan PMK harus terpadu dan tidak setengah-setengah. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pengendalian berjalan cepat dan efektif,” ujarnya.

Di akhir, Khofifah mengimbau pemerintah daerah dan para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan serta kooperatif terhadap program vaksinasi.

“Kami berharap peternak disiplin menjaga kesehatan ternak dan mendukung vaksinasi. Dengan kerja bersama, penyebaran PMK bisa ditekan dan keberlangsungan peternakan rakyat tetap terjaga,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Berita Terbaru