Kereta Kelinci Disorot di Blitar, Satlantas Polres Blitar Siapkan 4 Langkah Penertiban

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi KDBR bersama Satlantas Polres Blitar, Rabu (2/9/2026). (Dok HO/RadarBangsa.co.id)

Audiensi KDBR bersama Satlantas Polres Blitar, Rabu (2/9/2026). (Dok HO/RadarBangsa.co.id)

BLITAR, RadarBangsa.co.id — Keberadaan mobil odong-odong atau kereta kelinci yang beroperasi di jalan raya dan kawasan wisata Blitar mendapat sorotan. Komunitas Driver Blitar Raya (KDBR) mendesak penertiban karena kendaraan hasil modifikasi tersebut dinilai belum memenuhi persyaratan kelayakan dan administrasi.

Desakan itu disampaikan KDBR dalam audiensi bersama Satlantas Polres Blitar, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut turut didampingi DPC Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) Kabupaten Blitar.

Ketua KDBR Wahyudianto mengatakan persoalan keselamatan harus menjadi perhatian utama. Menurut dia, masih ada kereta kelinci yang beroperasi tanpa uji KIR dan uji kelayakan jalan.

“Kami mohon segera ada tindakan nyata dan teguran terkait mobil odong-odong atau kereta kelinci yang tidak ada uji KIR dan belum ada uji layak jalan, namun bebas berkeliaran di jalan raya maupun tempat wisata. Ini demi keselamatan semua pihak,” tegas Wahyudianto.

Menanggapi aspirasi tersebut, KBO Satlantas Polres Blitar Iptu Putut Siswahyudi yang mewakili Kasatlantas menyatakan siap menindaklanjuti masukan KDBR dan LPK-RI.

Dari audiensi itu, disiapkan empat langkah untuk menangani persoalan kereta kelinci di wilayah Blitar.

Pertama, memperkuat sosialisasi keselamatan kepada pengguna dan pengelola kereta kelinci. Kedua, melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap bengkel yang merakit atau memodifikasi kendaraan.

Ketiga, memperketat pengawasan penggunaan BBM bersubsidi. Keempat, mengkaji serta memantau aktivitas jual-beli unit kereta kelinci di wilayah Blitar.

Iptu Putut menegaskan aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam penggunaan kendaraan hasil modifikasi.

“Keselamatan adalah nomor satu. Jangan sampai modifikasi atau perakitan liar justru menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ketua DPC LPK-RI Kabupaten Blitar Moh. Iskandar mengapresiasi respons Satlantas Polres Blitar terhadap aspirasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut.

Ia berharap pembahasan mengenai kereta kelinci tidak berhenti pada dialog, tetapi dilanjutkan dengan pengawasan serta langkah nyata di lapangan.

Persoalan kereta kelinci di Blitar tidak hanya berkaitan dengan keselamatan penumpang dan pengguna jalan. Kendaraan hasil modifikasi itu juga menyangkut kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta kelayakan kendaraan sebelum digunakan di jalan.

Penulis : Atik

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru