Khofifah Kerahkan Ekskavator Normalisasi Sungai Selowogo Situbondo

Minggu, 28 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat menangani potensi banjir di Kabupaten Situbondo. Setelah sehari sebelumnya memastikan pemasangan bronjong selesai, ia langsung mengirimkan dua ekskavator untuk melakukan pengerukan atau normalisasi Sungai Selowogo di Kecamatan Mlandingan, Minggu (28/9).

Dua unit alat berat itu mulai bekerja mengeruk aliran sungai sepanjang 1.500 meter. Rinciannya, 300 meter ke arah muara dan 1.200 meter ke arah hulu. Pengerjaan ini ditargetkan tuntas dalam 45 hari, dengan tujuan mengantisipasi banjir sekaligus memperlancar irigasi pertanian.

“Kondisi terupdate, dua unit ekskavator sudah datang hari ini dan langsung mulai pengerukan. Targetnya 45 hari tuntas,” jelas Khofifah di sela kunjungan misi dagang di Palembang.

Menurutnya, normalisasi mendesak dilakukan karena hujan deras berpotensi meningkatkan debit air sungai. Setelah dikeruk, arus air diharapkan lebih lancar mengalir ke laut tanpa meluap ke perkampungan maupun lahan pertanian.

“Harapan kita, usai pengerukan arus air lancar ke laut sehingga tidak meluap ke perkampungan maupun pertanian. Sehingga jika hujan deras debit air meningkat, sebaliknya arus air untuk irigasi pertanian lebih lancar,” terangnya.

Ia menambahkan, upaya antisipasi tidak hanya berhenti pada pengerukan. Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air juga telah menuntaskan pemasangan bronjong sepanjang 872 meter di Sungai Selowogo, Sungai Plalangan, dan Afvour C13.

“Kemarin Sabtu (27/9), kami cek bersama, pemasangan bronjong selesai. Selanjutnya yang terpenting adalah pengerukan atau melakukan normalisasi sungai,” ungkap Khofifah.

Bronjong tersebut dipasang untuk memperbaiki aliran sungai yang jebol akibat banjir bandang pada 3 Februari 2025. Harapannya, tanggul yang ada mampu mencegah air meluap ke sawah, permukiman, maupun jalan nasional.

“Mari kita kawal bersama. Semoga ikhtiar kita ini dapat dirasakan kebermanfaatannya bagi seluruh masyarakat, utamanya yang ada di Kabupaten Situbondo,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru