Khofifah Resmikan Jalan Miru–Jugo Lamongan, Dorong Akses Pertanian

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Lamongan menekan tombol tanda peresmian rehabilitasi Jalan Poros Miru–Jugo di Balai Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Minggu (26/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Lamongan menekan tombol tanda peresmian rehabilitasi Jalan Poros Miru–Jugo di Balai Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Minggu (26/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan selesainya rehabilitasi jalan poros yang menghubungkan Desa Miru hingga Desa Jugo di Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Minggu (26/10/2025). Proyek infrastruktur senilai Rp4,23 miliar itu diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian di wilayah tersebut.

Khofifah menegaskan, perbaikan ruas jalan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan dan memperkuat sektor produktif masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi, jasa, dan perdagangan di kawasan Lamongan selatan diharapkan tumbuh lebih cepat.

“Perbaikan jalan ini, insyaallah, akan memudahkan proses pengangkutan hasil pertanian di kawasan Miru dan sekitarnya. Ketika akses lancar, maka sektor jasa, keuangan, dan perdagangan juga akan ikut bergerak,” ujar Khofifah usai peresmian.

Proyek rehabilitasi jalan poros Miru–Jugo ini mencakup empat desa, yakni Miru, Latek, Manyar, dan Jugo, dengan panjang efektif 3,235 kilometer dan lebar 3,5 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur selama 118 hari, terhitung sejak 26 Juni hingga 21 Oktober 2025.

Jenis pekerjaan meliputi rehabilitasi setempat serta pelapisan ulang dua lapis aspal, guna memastikan ketahanan jalan lebih panjang. Rehabilitasi ini menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat infrastruktur penunjang ekonomi daerah berbasis pertanian dan industri kecil.

Khofifah menyebut Desa Miru memiliki potensi pertanian tinggi dengan produktivitas mencapai 10 ton padi per hektare, lebih tinggi dari rata-rata desa lain di Lamongan yang berada di kisaran 7–8 ton per hektare. Desa ini juga tengah mengembangkan sistem pertanian organik sebagai inovasi pertanian berkelanjutan.

Selain mempercepat distribusi hasil panen, jalan baru ini diharapkan turut mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan layanan publik di Kecamatan Sekaran. “Mudah-mudahan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Infrastruktur yang baik akan memperkuat daya saing desa dan membuka peluang ekonomi baru,” kata Khofifah.

Gubernur perempuan pertama Jatim itu juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. “Pesan saya, tolong masyarakat sekitar tidak hanya menggunakan tetapi juga turut memelihara dan merawat jalan ini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” ujarnya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jatim terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya. Menurutnya, proyek jalan poros Miru–Jugo membawa dampak ganda (multiplier effect) yang signifikan bagi peningkatan ekonomi lokal.

“Kami yakin apa yang diberikan Ibu Gubernur untuk ruas Manyar hingga Jugo ini akan sangat berdampak besar, bukan hanya bagi pertumbuhan ekonomi dan pertanian, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Yuhronur.

Kepala Desa Miru, Nahnul Irawan, menambahkan, sebelum diperbaiki kondisi jalan sangat rusak dan menghambat aktivitas warga. “Sekarang akses jauh lebih lancar. Ini jalan utama warga menuju kota dan mengangkut hasil pertanian,” katanya.

Warga pun merasakan langsung manfaatnya. Nina, warga Desa Jugo, mengaku bersyukur karena kini waktu tempuh ke sekolah atau pasar menjadi lebih singkat. “Dulu butuh hampir 20 menit, sekarang cukup 7 menit. Alhamdulillah, terima kasih Ibu Gubernur, jalan ini benar-benar membantu kami,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru