SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi keberangkatan tiga mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Taruna Surabaya yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Kota Jeddah, Arab Saudi. Program ini dinilai memiliki nilai strategis bagi penguatan kapasitas generasi muda sekaligus diplomasi akademik Indonesia.
Ketiga mahasiswi tersebut adalah Zufa Zaghlul Hafid, Ika Faiqotul Himmah, dan Hunainah Shofiyah El Rohmah. Mereka dijadwalkan menjalani KKN internasional dengan fokus pengabdian masyarakat dan penguatan wawasan lintas budaya di lingkungan pendidikan dan sosial keagamaan di Jeddah.
Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menegaskan bahwa keberangkatan para mahasiswi itu tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan mencerminkan komitmen kuat dalam menuntut ilmu dan memperluas pengalaman global. Menurutnya, langkah tersebut patut menjadi teladan, khususnya bagi mahasiswa di Jawa Timur.
“Menempuh perjalanan jauh ke luar negeri demi ilmu bukan perkara mudah. Ini adalah ikhtiar besar yang sarat makna. Dalam ajaran Islam, mencari ilmu adalah jalan kehidupan, dan semangat itu saya lihat jelas pada para mahasiswi STAI Taruna Surabaya,” ujar Ning Lia saat ditemui di Kantor DPD RI Jawa Timur, Senin (26/1).
Senator DPD RI itu meyakini, pengalaman internasional melalui KKN di Arab Saudi akan memberikan dampak jangka panjang, baik secara akademik maupun pembentukan karakter. Interaksi lintas budaya, menurutnya, dapat memperluas cara pandang, meningkatkan kepekaan sosial, serta menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Lebih jauh, Ning Lia menekankan bahwa setiap upaya yang dilandasi niat baik dan kecintaan terhadap ilmu tidak akan berakhir sia-sia. Ia optimistis, apa yang diupayakan para mahasiswi hari ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan serta tidak terjebak pada gengsi yang justru menjauhkan dari proses belajar. Ia mengingatkan pentingnya menjaga adab, kesantunan, dan rasa hormat kepada guru serta semua pihak yang menjadi perantara ilmu.
“Pendidikan sejati bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga akhlak. Di sanalah nilai utama dari ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Keberangkatan tiga mahasiswi STAI Taruna Surabaya ke Jeddah diharapkan menjadi inspirasi bahwa semangat belajar mampu menembus batas negara dan budaya, sekaligus mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








