Komitmen Khofifah Transaksi Dagang Jatim–Sultra Pecah Rekor Rp 1 Triliun

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka saat misi dagang Jatim–Sultra di Kendari. (Foto Dok Humas Biro Admin)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka saat misi dagang Jatim–Sultra di Kendari. (Foto Dok Humas Biro Admin)

KENDARI, RadarBangsa.co.id – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Sulawesi Tenggara kembali menorehkan capaian besar. Digelar di Hotel Claro Kendari pada Rabu, 19 November, ajang ini menghasilkan total transaksi senilai Rp 1.048.520.600.000. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya hubungan dagang antarprovinsi sekaligus peningkatan daya saing dunia usaha daerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka memimpin langsung forum ini. Bagi Pemerintah Jawa Timur, misi dagang tidak sekadar menjadi event seremonial, tetapi instrumen nyata memperluas pasar, membangun jaringan dagang baru, memperkuat distribusi barang antarwilayah, dan mendorong substitusi impor melalui optimalisasi produk lokal.

“Alhamdulillah, misi dagang kali ini sukses dengan catatan transaksi sebesar Rp 1.048.520.600.000. Misi dagang ini terus kita gelar di berbagai daerah di Indonesia untuk membantu pelaku usaha Jatim bertemu pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung substitusi impor dan meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri,” kata Khofifah.

Dibanding misi dagang yang digelar di Sulawesi Tenggara pada 2022, capaian kali ini melonjak sangat signifikan. Pada 2022, transaksi hanya tercatat Rp 132,55 miliar dengan 37 transaksi. Artinya, transaksi pada misi dagang 2025 meningkat 690 persen atau sekitar Rp 915,45 miliar. Lonjakan ini mencerminkan semakin menguatnya pasar produk Jawa Timur di Kawasan Timur Indonesia serta peningkatan minat pelaku usaha dari Sultra untuk terhubung dalam rantai pasok Jatim.

Dalam transaksi yang tercipta di forum ini, Jawa Timur berhasil menjual produk hingga senilai Rp 663,91 miliar. Komoditas unggulan yang diminati meliputi kopi Arabica, beragam olahan peternakan, gula merah tebu, susu sapi, daging sapi, daging ayam, pakan ternak, mesin pengupas sabut kelapa, ikan olahan seperti fillet dori, bandeng presto, bakso ikan, garam, makanan ringan, sambal hitam, serta peralatan peternakan termasuk kandang galvanis. Produk-produk tersebut sudah memiliki pasar mapan di beberapa wilayah timur Indonesia, dan melalui forum ini jaringan pemasaran kembali diperluas.

Jawa Timur tidak hanya menjual komoditas, tetapi juga membeli bahan baku dari Sulawesi Tenggara senilai Rp 384,60 miliar. Komoditas yang dipasok oleh Sultra antara lain arang batok kelapa, kelapa bulat, katul, jagung, ubi ketela, rumput laut kering, cengkeh, teh, serta tuna dan cakalang. Struktur perdagangan seperti ini menegaskan bahwa hubungan dagang kedua provinsi tidak berjalan timpang. Sulawesi Tenggara memasok bahan baku penting untuk industri di Jawa Timur, sementara Jatim menyuplai produk olahan dan barang industri yang dibutuhkan pasar di Sultra. Alur transaksi ini memperkuat rantai pasok nasional, menekan ketergantungan impor, dan meningkatkan produktivitas ekonomi daerah.

Khofifah menegaskan bahwa misi dagang memiliki nilai strategis lebih dari sekadar transaksi. “Misi dagang ini bukan sekadar transaksi, tetapi momentum strategis untuk sama-sama saling memperkuat hilirisasi industri dan meningkatkan daya saing produk serta meningkatkan hubungan kerjasama ekonomi dan budaya kedua provinsi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dilakukan secara individual. “Tidak ada di antara kita yang merasa paling maju atau paling di depan. Kita bersama-sama belajar, menyiapkan ikhtiar, tumbuh bersama, berkembang bersama, dan akhirnya sejahtera bersama. Saya rasa ini yang menjadi bagian dari seluruh misi dagang yang kita lakukan.”

Secara makro, kinerja perdagangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Hingga 2023, total perdagangan Jatim–Sultra mencapai Rp 3,14 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai bongkar tercatat Rp 1,19 triliun dan muat mencapai Rp 1,95 triliun. Neraca perdagangan Jatim–Sultra pun surplus Rp 752 miliar, menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat distribusi utama komoditas nasional.

Kesuksesan misi dagang ini tidak hanya tercermin dari nilai transaksi, tetapi juga dari konsistensi penyelenggaraannya. Sejak 2019 hingga 2025, Pemerintah Jawa Timur telah menggelar 47 misi dagang domestik dengan total nilai komitmen mencapai Rp 21,81 triliun dan melibatkan lebih dari 2.000 pelaku usaha. Sepanjang 2025 saja, misi dagang di Kendari menjadi pelaksanaan ke-11.

Selain memperkuat pasar dalam negeri, Jawa Timur juga aktif berekspansi ke pasar internasional. Sejak 2022, enam misi dagang luar negeri telah dilaksanakan di Riyadh, Kuala Lumpur, Dili, Hong Kong, Osaka dan Singapura. Total potensi transaksi mencapai Rp 5,86 triliun dengan 59 pelaku usaha terlibat. Khusus misi dagang di Singapura baru-baru ini, transaksi tercatat Rp 4,163 triliun, menjadi yang tertinggi sejak 2022.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pun menunjukkan tren positif. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,22 persen tahun ke tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,04 persen. Total PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 867,39 triliun. Jawa Timur menyumbang 14,54 persen PDB nasional dan 25,65 persen PDRB Pulau Jawa. Perdagangan luar negeri juga menunjukkan surplus. Pada 2024, ekspor mencapai Rp 1.499,86 triliun dan impor Rp 1.311,93 triliun sehingga neraca perdagangan surplus Rp 187,93 triliun.

“Dengan rantai pasok yang kuat, hilirisasi produk, serta capaian perdagangan domestik dan internasional, Jawa Timur menunjukkan strategi perdagangan yang efektif, sekaligus memperkokoh daya saing produk unggulan di tingkat nasional maupun global,” kata Khofifah.

Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyatakan bahwa kerja sama antardaerah adalah kunci percepatan pemerataan pembangunan. “Kita tidak bisa bekerja sendiri, jadi tidak kompetisi tapi kolaborasi. Nah, kolaborasi ini terus kita sinergikan secara berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah Sulawesi Tenggara siap menjadi simpul penghubung penguatan konektivitas ekonomi kawasan timur Indonesia. “Dalam waktu dekat, tim dari Sultra akan berangkat ke Jawa Timur untuk menindaklanjuti apa yang kita lakukan saat ini demi pertumbuhan dan kesejahteraan bersama antar kedua provinsi,” katanya.

Forum tersebut juga memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha. Aji, pengusaha dari CV Rum Seafood Sidoarjo yang ikut dalam ajang ini, menyebut misi dagang sebagai momentum penting memperluas jejaring bisnis. “Terima kasih terkhusus untuk Ibu Gubernur Khofifah atas terselenggaranya misi dagang ini. Kami sangat terbantu, karena lewat forum seperti ini kami bisa bertemu langsung dengan calon mitra dan membuka peluang kerja sama yang sebelumnya tidak terbayangkan. Semoga misi dagang ke depan semakin semarak dan semakin banyak mempertemukan kami dengan customer,” ujarnya.

Sejumlah perjanjian kerja sama resmi juga ditandatangani dalam misi dagang ini. Penandatanganan dilakukan antara organisasi perangkat daerah dari masing-masing provinsi serta antara BUMD dan organisasi bisnis. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan sinergi jangka panjang, transfer pengetahuan, peningkatan investasi, serta percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Misi dagang Jatim–Sultra di Kendari menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi regional dapat dipacu melalui perdagangan antarwilayah yang saling melengkapi, penguatan jaringan usaha, dan pembukaan pasar baru. Dengan capaian yang kembali menembus lebih dari Rp 1 triliun, Jawa Timur menunjukkan konsistensi memperkuat pangsa pasar domestik sembari memperluas pijakan dagang hingga level internasional.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Mesin Birokrasi Kalbar Disetel Ulang, 26 Pejabat Dilantik
JNE Gratiskan Ongkir Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Kades Puguh, dan Tokoh Masyarakat Apresiasi Penyaluran Bansos Baznas Kendal
Lamongan Genjot Kampanye Antikorupsi Lewat Edukasi dan Aktivitas Publik
Tokoh Masyarakat Mas Har dan Kades Rudiyanto Apresiasi Baznas Kendal Salurkan Bantuan Sosial
Ngawi Kirim Bantuan Darurat Perkuat Respons Bencana Sumut–Aceh
Turba PWNU Jatim di Malang Raya Tegaskan Peran NU bagi Harmoni Daerah
Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:02 WIB

JNE Gratiskan Ongkir Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:13 WIB

Kades Puguh, dan Tokoh Masyarakat Apresiasi Penyaluran Bansos Baznas Kendal

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:37 WIB

Lamongan Genjot Kampanye Antikorupsi Lewat Edukasi dan Aktivitas Publik

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:31 WIB

Tokoh Masyarakat Mas Har dan Kades Rudiyanto Apresiasi Baznas Kendal Salurkan Bantuan Sosial

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:26 WIB

Ngawi Kirim Bantuan Darurat Perkuat Respons Bencana Sumut–Aceh

Berita Terbaru

Budaya

Budaya Kedu Mengemuka di Komukino Fest 2025 di Semarang

Jumat, 5 Des 2025 - 18:44 WIB