Menaker Yassierli Tekankan Budaya K3 Cegah Kecelakaan Kerja Nasional

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli saat kunjungan kerja ke PT Bukit Asam, Muara Enim, membahas penguatan budaya K3, Senin (9/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli saat kunjungan kerja ke PT Bukit Asam, Muara Enim, membahas penguatan budaya K3, Senin (9/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MUARA ENIM, RadarBangsa.co.id — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa masih terjadinya kecelakaan kerja di berbagai sektor industri menunjukkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) belum sepenuhnya menjadi budaya. Selama ini, keselamatan dinilai masih sebatas pemenuhan aturan administratif, belum tertanam sebagai pola pikir dan perilaku kerja sehari-hari.

Pernyataan itu disampaikan Menaker saat melakukan kunjungan kerja ke PT Bukit Asam, Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (9/2/2026). Dalam agenda tersebut, ia menyoroti pentingnya transformasi pendekatan K3 yang menempatkan manusia sebagai pusat sistem keselamatan kerja.

“Keselamatan kerja tidak cukup dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan. K3 harus menjadi budaya kerja. Manusia harus dipandang sebagai bagian dari solusi, bukan sebagai sumber masalah,” ujar Yassierli.

Menurutnya, sebagian besar kecelakaan kerja tidak berdiri sendiri akibat kesalahan individu. Insiden umumnya dipicu lemahnya sistem, prosedur, serta pengendalian risiko di lingkungan kerja. Kondisi itu diperparah dengan belum optimalnya perangkat pengamanan dan rendahnya budaya keselamatan di sejumlah perusahaan.

Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan mendorong penguatan budaya K3 melalui lima strategi utama: edukasi berkelanjutan, pelibatan aktif pekerja, pembaruan sistem dan teknologi keselamatan, penegakan regulasi, serta evaluasi rutin. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas kerja nasional.

“Kesalahan manusia bukan penyebab utama kecelakaan, tetapi tanda adanya kelemahan sistem. Karena itu, perbaikan harus dilakukan terus-menerus,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya pelaporan yang terbuka tanpa saling menyalahkan. Dengan begitu, setiap insiden dapat menjadi bahan pembelajaran organisasi untuk memperkuat ketangguhan sistem keselamatan.

“Kita ingin tempat kerja yang selamat, sehat, dan produktif. Budaya K3 harus hidup dalam setiap proses kerja,” pungkas Yassierli.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru