LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Penyelidikan penyebab kebakaran yang melanda Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan, terus berlangsung. Polres Lamongan bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan guna mengungkap sumber pasti kebakaran yang menghanguskan sekitar 10 hingga 13 kios pada Minggu malam (12/7).
Tim gabungan menyisir area yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Sejumlah sampel fisik dan barang bukti juga dikumpulkan untuk dianalisis lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan dan hasil pemeriksaan belum dapat disimpulkan. Penyidik masih menunggu analisis forensik sebelum menentukan penyebab kebakaran secara resmi.
“Masih dilakukan pemeriksaan di Labfor Polda Jawa Timur,” ujar Hamzaid.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran. Menurutnya, seluruh proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan hasil pemeriksaan ilmiah.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor Polda Jawa Timur,” tegasnya.
Di sisi lain, Plt Kepala UPT Pasar Agrobis Babat sekaligus Kepala UPT Pasar Rakyat Sidomulyo, Ragil Puji Waluyo, menjelaskan berbagai langkah penanganan telah dilakukan sejak kebakaran terjadi. Petugas melakukan pendinginan ulang dengan melibatkan armada pemadam kebakaran dari Babat, Paciran, Ngimbang, serta bantuan dari Kabupaten Tuban untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Area terdampak juga telah dipasang garis polisi guna mendukung proses penyelidikan. UPT Pasar bersama Polres Lamongan dan Tim Labfor Polda Jatim masih mendalami dugaan awal penyebab kebakaran yang mengarah pada korsleting listrik.
“Tim masih mendata total kerusakan kios dan isinya,” kata Ragil.
Pendataan kerugian hingga kini masih berlangsung. UPT Pasar bersama aparat kepolisian berkomitmen mempercepat proses investigasi agar aktivitas perdagangan di Pasar Agrobis Babat dapat kembali berjalan normal dengan sistem keamanan yang lebih baik.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar