BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan memaknai peringatan Hari Bela Negara ke-77 sebagai momentum strategis untuk memperkuat semangat pengabdian kepada negara melalui aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Peringatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial yang berdampak langsung bagi kelompok rentan.
Selain menggelar upacara peringatan pada Jumat (19/12) di Pendopo Pratanu, Pemkab Bangkalan menyalurkan bantuan sosial dan hibah sebagai wujud konkret bela negara dalam dimensi kemanusiaan dan pelayanan publik. Langkah ini dinilai relevan dengan tantangan kebangsaan saat ini yang tidak lagi semata bersifat fisik, tetapi juga menyangkut ketahanan sosial dan solidaritas masyarakat.
Bantuan sosial yang disalurkan merupakan program dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2025. Total bantuan mencapai 18 unit alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. Rinciannya meliputi 11 unit kursi roda, tiga unit kruk, tiga alat bantu dengar, serta satu unit kaki palsu. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima sekaligus memperkuat kemandirian mereka dalam aktivitas sehari-hari.
Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut menegaskan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai dalam konteks pertahanan militer, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial di daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ismed Efendi, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara kini semakin kompleks, mulai dari perang siber, penyebaran paham radikalisme, hingga meningkatnya risiko bencana alam akibat perubahan iklim.
Dalam situasi tersebut, semangat bela negara dituntut menjadi kekuatan kolektif seluruh warga negara. Kesiapsiagaan, disiplin, serta kepedulian sosial disebut sebagai fondasi penting untuk menjaga ketahanan nasional dari tingkat pusat hingga daerah.
“Nilai-nilai bela negara tidak boleh berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata, terutama dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada negara dan masyarakat,” ujar Ismed Efendi.
Pemkab Bangkalan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial sebagai bagian dari penguatan nilai bela negara yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








