MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menyoroti pelaksanaan Pasar Murah ke-139 Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat, 18 September 2026.
Lia menilai pasar murah yang terus digelar Pemprov Jatim merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga daya beli.
Menurut dia, keberlanjutan program tersebut menunjukkan upaya pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan makro, tetapi juga melalui langkah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pasar murah ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah. Masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga,” ujar Lia.
Pasar Murah ke-139 itu merupakan bagian dari program Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2026. Pemprov Jatim menyediakan sedikitnya 10 komoditas pangan strategis dengan harga yang diupayakan lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Sejumlah komoditas yang tersedia antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Ada pula bawang putih dan bawang merah yang masing-masing dijual Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per pak, serta daging ayam ras Rp32.000 per pak. Pasar murah tersebut juga menghadirkan produk industri kecil dan menengah.
Lia mengatakan kebutuhan pangan memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, ia menilai keberadaan pasar murah menjadi salah satu bentuk kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
“Ketika masyarakat datang dan kebutuhan pokok yang disediakan terserap, itu menunjukkan programnya memang dibutuhkan. Pemerintah hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat, terutama ketika harga pangan terus mengalami dinamika,” kata Lia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pasar Murah ke-139 merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli.
“Upaya penjangkauan melalui pasar murah di tahun 2026 ini sudah yang ke-139. Harapannya, ini semakin bisa mendekatkan akses kepada masyarakat, memberikan ruang sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Khofifah.
Khofifah menjelaskan pasar murah dilakukan secara bergilir di berbagai daerah Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari stabilisasi inflasi serta melengkapi upaya pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat.
“Ini juga bagian dari stabilisasi inflasi. Maka kita memang keliling. Kemarin kita melakukan hal yang sama di Kedungdung, Sampang, hari ini kita di Mojoanyar, Mojokerto,” ujar Khofifah.
Lia menambahkan, pengendalian inflasi membutuhkan langkah yang berjalan beriringan, mulai dari penguatan pasokan, distribusi, pemantauan harga hingga keterlibatan berbagai pihak.
“Jadi bukan hanya masyarakat yang mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga murah. Ketika produk UMKM dan IKM juga dilibatkan, ada multiplier effect ekonomi yang ikut bergerak,” tutur Lia.
Dengan pelaksanaan yang telah memasuki gelaran ke-139 pada 2026, pasar murah Pemprov Jatim menjadi salah satu rangkaian intervensi pemerintah daerah dalam program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar