TUBAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat daya beli masyarakat. Kegiatan ke-87 itu berlangsung di Lapangan Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7).
Pasar murah tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi melalui penyediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Pasar murah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Selain membantu menjaga daya beli, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah konkret dalam pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan,” kata Khofifah.
Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per pack.
Menurut Khofifah, pasar murah merupakan instrumen strategis untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, keberhasilan program tersebut didukung sinergi pemerintah daerah, BUMD, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar distribusi pangan berjalan lancar serta harga tetap stabil.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperluas pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya, stabilitas harga tetap terjaga, inflasi terkendali, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” jelasnya.
Khofifah menambahkan, pelaksanaan pasar murah juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses pasar produk lokal sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memastikan manfaat kegiatan ini dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar