Pasuruan Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Percepatan Pembangunan dan Transparansi Desa 2025

Rabu, 10 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Talkshow JAWARA bersama Wabup Shobih Asrori di Gempol, Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Talkshow JAWARA bersama Wabup Shobih Asrori di Gempol, Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Menjelang akhir 2025, Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menegaskan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada transparansi, efisiensi anggaran, dan pencegahan korupsi. Upaya ini menjadi fondasi untuk memastikan setiap program publik dapat dipertanggungjawabkan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menyampaikan pesan tersebut saat menjadi narasumber pada talkshow JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) di Taman Lumbung Pangan Nusantara, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol. Pada momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari praktik pengelolaan keuangan yang bersih.

“Pemkab Pasuruan memaknai HAKORDIA 2025 sebagai pengingat sekaligus komitmen untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi. Percepatan pembangunan harus berlandaskan akuntabilitas dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran,” ujar Gus Shobih, Selasa (9/12/2025).

Ia menekankan pentingnya peran Pemerintah Desa dalam menjaga integritas penggunaan anggaran. Transparansi APBDes dan optimalisasi Musrenbang dinilai menjadi kunci untuk memastikan program desa berjalan sesuai prioritas.

“Transparansi publik memang wajib. Musrenbangdes harus menghasilkan prioritas yang efisien, dan desa perlu membuka seluas-luasnya informasi terkait RAPBDes agar masyarakat bisa mengawasi,” tegasnya.

Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat. Dalam kesempatan itu, Wabup menyinggung tantangan fiskal pada 2026 akibat kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat. Namun ia tetap optimistis target pembangunan daerah tetap bisa dikejar melalui tata kelola yang bersih dan kolaborasi lintas sektor.

“Strategi mempercepat pembangunan itu sederhana: hilangkan peluang korupsi. Semuanya harus transparan. Di desa, dibutuhkan kerja bersama agar pengelolaan keuangan makin akuntabel,” ujarnya menambahkan.

Menutup dialog yang berlangsung hangat, Gus Shobih mengajak masyarakat memperkuat budaya antikorupsi dari lingkungan terkecil. Pendidikan kejujuran, katanya, harus ditanamkan sejak usia dini.

“Berbuatlah jujur mulai dari rumah. Di desa pun kita harus jadi teladan. Karena sebaik apa pun seseorang menutupi sesuatu, tetap akan terbuka pada waktunya,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru