Pemkab Bangkalan Siaga Kekeringan, 17 Desa Jadi Prioritas

Senin, 6 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar  Senin (6/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar Senin (6/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan datang pada akhir April 2026. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemetaan wilayah rawan kekeringan dilakukan sebagai dasar penanganan lebih awal.

Sebanyak 17 desa di tiga kecamatan ditetapkan sebagai prioritas utama karena memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap krisis air bersih. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak kekeringan yang berpotensi meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar, menjelaskan bahwa wilayah prioritas tersebar di Kecamatan Konang, Geger, dan Kokop. Di Kecamatan Konang, desa yang menjadi fokus meliputi Galis Dajah, Kanagarah, Durin Barat, Durin Timur, dan Batu Kaban.

Sementara itu, Kecamatan Geger mencakup Desa Kombangan, Lerpak, Banyior Dajah, Banyior Laok, Katol Barat, dan Dabung. Adapun di Kecamatan Kokop, wilayah yang diprioritaskan antara lain Desa Lembung Gunung, Katol Timur, Ampara’an, Durjan, Bandang Laok, dan Mano’an.

Selain 17 desa tersebut, BPBD juga mengidentifikasi sembilan desa lain di Kecamatan Tanah Merah, Arosbaya, dan Sepulu yang berpotensi terdampak, meski tidak masuk kategori prioritas utama.

“Wilayah-wilayah ini menjadi fokus utama pemerintah dalam penanganan kekeringan karena memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi,” ujar Zainul, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan skema distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak. “Setiap wilayah terdampak akan mendapatkan dropping air bersih secara berkala sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Kekeringan tahunan di Bangkalan kerap memicu krisis air bersih yang berdampak pada aktivitas warga, terutama di wilayah perdesaan. Untuk menekan dampak tersebut, Pemkab juga memperkuat infrastruktur melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Upaya ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bantuan air bersih sekaligus meningkatkan ketahanan air masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan langkah antisipatif ini, Pemkab Bangkalan optimistis jumlah wilayah terdampak kekeringan tahun 2026 dapat ditekan. “Beberapa daerah kini sudah memiliki sumber air alternatif dari SPAM, sehingga risiko kekeringan bisa ditekan,” pungkas Zainul.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru