BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan datang pada akhir April 2026. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemetaan wilayah rawan kekeringan dilakukan sebagai dasar penanganan lebih awal.
Sebanyak 17 desa di tiga kecamatan ditetapkan sebagai prioritas utama karena memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap krisis air bersih. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak kekeringan yang berpotensi meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar, menjelaskan bahwa wilayah prioritas tersebar di Kecamatan Konang, Geger, dan Kokop. Di Kecamatan Konang, desa yang menjadi fokus meliputi Galis Dajah, Kanagarah, Durin Barat, Durin Timur, dan Batu Kaban.
Sementara itu, Kecamatan Geger mencakup Desa Kombangan, Lerpak, Banyior Dajah, Banyior Laok, Katol Barat, dan Dabung. Adapun di Kecamatan Kokop, wilayah yang diprioritaskan antara lain Desa Lembung Gunung, Katol Timur, Ampara’an, Durjan, Bandang Laok, dan Mano’an.
Selain 17 desa tersebut, BPBD juga mengidentifikasi sembilan desa lain di Kecamatan Tanah Merah, Arosbaya, dan Sepulu yang berpotensi terdampak, meski tidak masuk kategori prioritas utama.
“Wilayah-wilayah ini menjadi fokus utama pemerintah dalam penanganan kekeringan karena memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi,” ujar Zainul, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan skema distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak. “Setiap wilayah terdampak akan mendapatkan dropping air bersih secara berkala sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Kekeringan tahunan di Bangkalan kerap memicu krisis air bersih yang berdampak pada aktivitas warga, terutama di wilayah perdesaan. Untuk menekan dampak tersebut, Pemkab juga memperkuat infrastruktur melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Upaya ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bantuan air bersih sekaligus meningkatkan ketahanan air masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan langkah antisipatif ini, Pemkab Bangkalan optimistis jumlah wilayah terdampak kekeringan tahun 2026 dapat ditekan. “Beberapa daerah kini sudah memiliki sumber air alternatif dari SPAM, sehingga risiko kekeringan bisa ditekan,” pungkas Zainul.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Good a blog toper