Pengibaran Bendera HUT ke-80 RI di Lamongan Penuh Khidmat, Begini Cerita Pembawa Baki

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan Sang Merah Putih kepada Pasukan Paskibraka dalam upacara peringatan HUT ke-80 RI di Alun-Alun Lamongan, Minggu (17/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan Sang Merah Putih kepada Pasukan Paskibraka dalam upacara peringatan HUT ke-80 RI di Alun-Alun Lamongan, Minggu (17/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Lamongan berlangsung khidmat. Momen sakral pengibaran bendera Merah Putih sukses dilaksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), salah satunya Wadhatus Syelani Octavia, siswi asal Laren yang terpilih sebagai pembawa baki.

Suasana khidmat menyelimuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang digelar di Alun-Alun Lamongan, Minggu (17/8). Salah satu momen paling dinanti, yakni pengibaran Sang Merah Putih, berjalan lancar tanpa hambatan.

Bendera Merah Putih dikibarkan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Lamongan 2025. Perhatian tertuju pada sosok pembawa baki, Wadhatus Syelani Octavia (16), siswi SMAS Wachid Hasjim Maduran asal Kecamatan Laren. Dengan langkah tenang, ia menerima bendera dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebelum diserahkan kepada pasukan pengibar, termasuk rekannya, Muhammad Nova Nadiansyah.

Syela, sapaan akrabnya, mengaku lega sekaligus bangga bisa menjalankan tugas penting tersebut. Baginya, pengalaman itu merupakan pencapaian besar setelah melalui proses seleksi ketat.

“Menjadi Paskibraka adalah mimpi saya. Tahun lalu saya bertugas di tingkat kecamatan, dan Alhamdulillah tahun ini bisa lolos seleksi hingga tingkat kabupaten,” ungkap Syela usai upacara.

Keberhasilan itu tidak datang secara instan. Selama satu bulan penuh, Syela menjalani latihan intensif bersama anggota Paskibraka lainnya. Ia sempat mengalami kelelahan fisik, namun tekad yang kuat membuatnya terus bertahan. “Awalnya saya merasa sakit dan sangat capek, tapi karena ini mimpi saya sejak lama, semua rasa lelah saya abaikan,” ujarnya.

Syela juga menuturkan bahwa menjadi pembawa baki bukan sekadar tugas seremonial. Ada tanggung jawab besar yang harus dipikul, terutama menjaga ketenangan dan fokus di hadapan ribuan peserta upacara.

“Tantangan terbesarnya adalah tetap konsentrasi. Karena sedikit saja lengah bisa berdampak pada kelancaran prosesi pengibaran bendera,” katanya.

Partisipasi Syela menambah kebanggaan bagi Kabupaten Lamongan. Ia menjadi satu-satunya perwakilan daerah yang terpilih sebagai Paskibraka tingkat kabupaten pada tahun 2025. Dukungan dan doa dari keluarga serta guru sekolah turut menjadi motivasi utama dalam menjalankan tugas mulia itu.

Bagi Syela, kesempatan menjadi pembawa baki merupakan pengalaman berharga yang akan dikenangnya sepanjang hidup. Ia berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal untuk meraih cita-citanya selanjutnya.

“Setelah ini saya ingin melanjutkan perjuangan dengan masuk sekolah kedinasan. Semoga jalan saya semakin dimudahkan,” pungkasnya.

Pengibaran bendera pada HUT ke-80 RI di Lamongan sendiri mengusung tema nasional“Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Tema tersebut sejalan dengan harapan pemerintah daerah untuk terus membangun semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru