MATARAM, RadarBangsa.co.id — Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng PT ELSKA IATKI menggelar Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan bagi sumber daya manusia (SDM) rumah sakit. Kegiatan yang berlangsung Senin (10/8/2026) itu diikuti 33 peserta dari sejumlah rumah sakit di NTB.
Ketua PERSI Wilayah NTB, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan sektor ketenagalistrikan memiliki posisi strategis dalam menopang keberlangsungan operasional rumah sakit. Hampir seluruh aktivitas pelayanan kesehatan modern bergantung pada ketersediaan serta keandalan sistem kelistrikan.
Menurut Eka, kondisi tersebut membuat aspek keselamatan ketenagalistrikan atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K2) harus menjadi perhatian. Pekerjaan di bidang kelistrikan memiliki potensi bahaya dan risiko tinggi sehingga membutuhkan tenaga yang memiliki kompetensi sesuai standar.
“Sektor ketenagalistrikan merupakan subsektor vital yang menopang hampir seluruh aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat, terutama pada aktivitas perumahsakitan. Namun, di balik peran strategisnya, pekerjaan di bidang kelistrikan memiliki potensi bahaya dan risiko yang sangat tinggi,” ujar Eka dalam sambutannya.
Ia menegaskan keselamatan ketenagalistrikan dan keandalan sistem harus menjadi prioritas karena rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik. Sistem kelistrikan di rumah sakit dituntut aman, andal, dan mampu mendukung pelayanan secara berkesinambungan.
Eka menjelaskan sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif. Sertifikasi menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan dan profesionalisme tenaga teknik dalam menjalankan tugas.
Pengakuan tersebut mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku sesuai Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi juga diarahkan untuk memastikan proses perencanaan, pembangunan, pemasangan, pengoperasian hingga pemeliharaan dilaksanakan berdasarkan standar prosedur operasional.
“Dengan demikian, kita dapat mencegah kecelakaan kerja dan kerugian material,” tegasnya.
Menurut Eka, peningkatan kompetensi tenaga teknik juga dapat memperkuat daya saing SDM ketenagalistrikan Indonesia. Tenaga yang kompeten diharapkan mampu bekerja secara profesional dan andal serta memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kegiatan tersebut, Eka mengimbau 33 peserta mengikuti seluruh tahapan sertifikasi dengan serius, percaya diri, dan profesional. Ia meminta peserta menunjukkan kemampuan serta pengalaman terbaik selama menjalani proses asesmen.
“Fokuslah mengikuti seluruh rangkaian proses sertifikasi ini dengan serius, percaya diri, dan profesional. Tunjukkan seluruh kemampuan serta pengalaman terbaik yang Bapak/Ibu miliki,” pesannya.
Kepada tim asesor, Eka berharap uji kompetensi berlangsung objektif, independen, dan transparan dengan tetap mengedepankan kualitas sesuai standar serta ketentuan yang berlaku.
Kegiatan sertifikasi kemudian resmi dibuka oleh Ketua PERSI Wilayah NTB. Eka berharap seluruh rangkaian asesmen berjalan lancar dan tertib serta menghasilkan tenaga teknik yang semakin kompeten.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan asesmen ini berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan hasil terbaik bagi peningkatan kualitas SDM kelistrikan di Rumah Sakit Wilayah NTB,” pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar