LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ancaman pencurian kendaraan bermotor dan aksi kriminal 3C kembali menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Polsek Tikung turun langsung menyisir perumahan, pemukiman warga, hingga pertokoan pada Jumat malam, 15 Mei 2026, guna mengantisipasi lonjakan tindak kejahatan saat banyak rumah ditinggal mudik penghuninya.
Patroli dialogis yang dimulai pukul 21.30 WIB itu menyasar titik-titik rawan yang dinilai berpotensi menjadi target pelaku kriminal. Polisi juga mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap situasi keamanan lingkungan.
Situasi keamanan lingkungan di Kecamatan Tikung menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor dan tindak kriminal 3C—curat, curas, dan curanmor—Polsek Tikung memilih turun langsung ke lapangan.
Patroli dialogis dilakukan secara mobile ke sejumlah kawasan perumahan, pemukiman warga, kantor, warung, hingga pertokoan yang berada di wilayah hukum Polsek Tikung. Fokus utama pengamanan diarahkan pada rumah-rumah yang ditinggal mudik pemiliknya.
Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi kejahatan yang kerap meningkat saat kondisi lingkungan sepi dan pengawasan warga menurun.
Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, SH, melalui AIPTU M Irawan mengatakan patroli malam bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk antisipasi langsung terhadap ancaman kriminalitas yang bisa meresahkan masyarakat.
“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat merasa terlindungi, terutama di kawasan perumahan yang ditinggal mudik penghuninya,” kata AIPTU M Irawan saat patroli berlangsung.
Menurutnya, rumah kosong sering menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Karena itu, polisi memilih memperkuat pengawasan di jam-jam rawan malam hingga dini hari.
“Kami tidak ingin ada celah bagi pelaku kejahatan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan bisa mencegah niat pelaku sekaligus memberi rasa aman kepada warga,” ujarnya.
Dalam patroli tersebut, anggota jaga Polsek Tikung turut berdialog langsung dengan warga dan petugas keamanan lingkungan. Polisi meminta masyarakat ikut aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Pesan kamtibmas disampaikan secara langsung agar warga tidak hanya mengandalkan aparat kepolisian, tetapi juga membangun kewaspadaan bersama di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami mengajak warga untuk ikut peduli terhadap keamanan lingkungan. Kalau ada orang asing yang mencurigakan atau aktivitas yang tidak biasa, segera hubungi Polsek atau Bhabinkamtibmas,” tegasnya.
Patroli malam itu melibatkan personel gabungan dari anggota jaga Polsek Tikung, di antaranya AIPTU M Irawan, AIPDA Aan T, dan BRIGADIR Dwi Bai A. Mereka menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Di beberapa lokasi, petugas mendapati kondisi lingkungan relatif sepi karena sebagian warga sedang bepergian keluar kota. Situasi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan pelaku kriminal apabila pengawasan melemah.
Karena itu, polisi juga mengingatkan pemilik rumah agar memastikan keamanan sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama. Mulai dari memastikan pintu terkunci, lampu penerangan menyala, hingga menitipkan pengawasan kepada tetangga atau petugas keamanan setempat.
Langkah preventif dinilai menjadi bagian penting untuk menekan peluang aksi kriminalitas. Sebab dalam banyak kasus, pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kelengahan penghuni rumah.
Warga yang ditemui saat patroli mengaku cukup tenang dengan kehadiran polisi di lingkungan mereka pada malam hari. Kehadiran aparat dinilai memberi rasa aman, terutama bagi keluarga yang masih berada di rumah saat sebagian tetangga sedang mudik.
Salah satu warga Perumahan Tikung, Suyanto, mengaku aksi patroli malam membuat masyarakat merasa diperhatikan.
“Kalau ada patroli seperti ini, kami jadi lebih tenang. Apalagi sekarang banyak rumah kosong karena ditinggal pemiliknya pergi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan petugas keamanan perumahan yang mengaku terbantu dengan patroli rutin kepolisian. Menurutnya, koordinasi antara warga, satpam, dan aparat menjadi faktor penting menjaga lingkungan tetap aman.
“Kalau polisi rutin keliling, pelaku kejahatan pasti berpikir dua kali. Kami juga jadi lebih waspada saat berjaga malam,” katanya.
Fenomena meningkatnya kekhawatiran terhadap curanmor memang bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, aksi pencurian kendaraan dan pembobolan rumah kosong menjadi salah satu tindak kriminal yang paling sering dikeluhkan masyarakat.
Pelaku biasanya mengincar kawasan perumahan dengan pengawasan minim dan kondisi lingkungan yang lengang. Situasi itulah yang coba diantisipasi Polsek Tikung melalui patroli dialogis secara intensif.
Selain menyisir kawasan perumahan, polisi juga memantau warung dan pertokoan yang masih buka hingga malam hari. Tempat-tempat tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan tersendiri karena aktivitas masyarakat masih berlangsung.
Petugas memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama patroli berlangsung. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol maupun tindak kriminal selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, polisi menegaskan kewaspadaan tidak boleh menurun. Ancaman kejahatan bisa muncul kapan saja apabila masyarakat mulai lengah terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Kalau lingkungan kompak dan saling peduli, potensi kejahatan bisa ditekan,” kata AIPTU M Irawan.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila terjadi gangguan keamanan maupun tindak kriminal di lingkungannya.
“Segera hubungi Polsek Tikung atau Bhabinkamtibmas apabila ada kejadian mencurigakan. Kecepatan informasi sangat penting agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Patroli dialogis seperti ini disebut akan terus digencarkan, terutama pada jam-jam rawan dan momentum tertentu yang berpotensi meningkatkan kerawanan keamanan.
Polisi berharap keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Sebab tanpa dukungan warga, pengawasan tidak akan berjalan maksimal.
Di sisi lain, meningkatnya patroli malam juga menjadi sinyal bahwa ancaman kriminalitas masih menjadi persoalan serius yang perlu diantisipasi bersama. Kondisi rumah kosong, minimnya pengawasan, dan aktivitas warga yang berkurang saat malam hari kerap menjadi celah bagi pelaku kejahatan.
Karena itu, langkah preventif dan kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi upaya penting untuk menjaga rasa aman tetap terjaga.
Secara umum, kegiatan patroli dialogis yang dilakukan Polsek Tikung berjalan aman, lancar, dan situasi wilayah terpantau kondusif terkendali. “Namun polisi memastikan pengawasan akan terus diperketat demi mencegah munculnya gangguan kamtibmas di wilayah Kecamatan Tikung,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar