Peternakan Ayam di Desa Pakel Banyuwangi Dorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Warga

Jumat, 12 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ipuk  saat mengunjungi peternakan ayam petelur Desa Pakel yang dikelola Pemdes dan PKK. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Ipuk saat mengunjungi peternakan ayam petelur Desa Pakel yang dikelola Pemdes dan PKK. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Upaya memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan pangan mulai menunjukkan hasil di Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Pemerintah desa bersama Tim Penggerak PKK mengembangkan peternakan ayam petelur yang kini menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi baru di wilayah tersebut. Setiap hari, kandang desa ini memproduksi sekitar 18–20 kilogram telur yang sebagian dijual untuk pemasukan desa, sementara sebagian lainnya rutin dibagikan kepada warga kurang mampu.

Langkah ini mendapat perhatian Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau langsung peternakan tersebut dalam agenda Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) pada 8 Desember 2025. Ia menilai inisiatif Pakel sebagai model yang dapat direplikasi desa lain.

“Peternakan ayam petelur yang dikelola Pemdes Pakel dan PKK menunjukkan bagaimana desa bisa mandiri dalam penyediaan pangan dan membuka ruang ekonomi bagi warganya,” kata Ipuk, Kamis (11/12/2025). “Produksi telur yang stabil mengurangi ketergantungan desa pada pasokan luar dan memastikan kebutuhan protein warga terpenuhi dengan harga terjangkau.”

Menurut Ipuk, program ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong desa mengembangkan produksi pangan lokal berbasis potensi wilayah. Ia berharap semakin banyak desa menciptakan inovasi yang memperkuat ekonomi dan meningkatkan daya tahan pangan masyarakat.

Kepala Desa Pakel, Mulyadi, menjelaskan bahwa peternakan kini memelihara 430 ayam petelur dengan produksi mencapai 500 kilogram per bulan. Telur dijual seharga Rp25.000–Rp26.000 per kilogram sebagai pemasukan kas desa, sementara distribusi gratis dilakukan dua pekan sekali.

“Hasil peternakan ini tidak hanya menambah pendapatan desa, tetapi juga kami manfaatkan untuk membantu keluarga kurang mampu dan anak-anak stunting,” ujar Mulyadi.

Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, menambahkan bahwa peternakan ini menggunakan Dana Desa melalui Program Ketahanan Pangan. “Minimal 20 persen dana desa dialokasikan untuk ketahanan pangan. Di Pakel dipilih peternakan ayam, sementara desa lain menyesuaikan potensi seperti kambing atau hidroponik,” jelasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru