Ratusan Penambang Rakyat Sungai Progo Tuntut Aktivitas Tambang Dibuka Kembali

Rabu, 25 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

atusan penambang rakyat Sungai Progo menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur DIY, Rabu (25/6/2025), menuntut izin penambangan kembali dibuka. | Dok foto/Ho RadarBangsa

atusan penambang rakyat Sungai Progo menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur DIY, Rabu (25/6/2025), menuntut izin penambangan kembali dibuka. | Dok foto/Ho RadarBangsa

YOGYAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ratusan penambang rakyat dari kawasan Sungai Progo mendatangi Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (25/6/2025), untuk menyampaikan aspirasi terkait pelarangan aktivitas penambangan yang mereka alami sejak beberapa bulan terakhir.

Sebelum masuk ke kantor gubernur, massa sempat menggelar orasi di depan kompleks kantor tersebut. Mereka memohon bantuan langsung kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, agar memberikan solusi atas larangan penggunaan alat mekanik dalam aktivitas penambangan rakyat.

Dalam aksinya, para penambang menyatakan tidak bisa lagi menjalankan usaha mereka karena aturan terbaru hanya memperbolehkan penambangan menggunakan alat tradisional, yang dinilai tidak efisien dan berisiko.

Setelah berorasi, perwakilan penambang diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Aria Nugrahadi, dalam pertemuan tertutup yang berlangsung di Ruang Rapat Gandok Kiwo.

“Sudah hampir empat bulan kami tidak bisa bekerja, padahal izin kami masih berlaku,” ujar Adi, salah satu penambang rakyat di Sungai Progo.

Hal senada disampaikan oleh Ketua P3S, Agung Mulyono. Ia berharap penambangan rakyat bisa kembali difungsikan secara normal demi keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar sungai.

“Kami mohon agar penambang rakyat bisa kembali beroperasi sebagaimana mestinya. Ini menyangkut penghidupan banyak warga yang menggantungkan rezeki dari aktivitas pertambangan ini,” ungkapnya.

Mbah Prapto, salah satu penambang senior, juga menyampaikan kekhawatiran atas larangan penggunaan alat bantu mekanik. Menurutnya, justru larangan tersebut berisiko menimbulkan kecelakaan kerja.

“Kalau tidak boleh menggunakan alat bantu seperti pompa mekanik, justru itu membahayakan keselamatan kami di lapangan,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekda DIY Aria Nugrahadi menyampaikan apresiasi atas kedatangan para penambang rakyat dan berjanji akan meninjau langsung kondisi lapangan.

“Terima kasih atas kunjungan hari ini. Ini menunjukkan bahwa kita semua adalah keluarga. Kami akan berkunjung ke lokasi tambang rakyat untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan terkait perizinan pertambangan bukan berada di tingkat provinsi.

“Soal izin, itu bukan menjadi kewenangan kami untuk mengeluarkannya. Tapi kami akan koordinasikan lebih lanjut,” pungkas Aria.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru