Resmi, Pungli di Wisata Gunungkidul Akan Dihabisi, Ini Langkah Tegas Bupati

Rabu, 28 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memimpin deklarasi anti pungli di Pantai Sundak bersama petugas retribusi dan OPD (Dok foto Paiman)

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memimpin deklarasi anti pungli di Pantai Sundak bersama petugas retribusi dan OPD (Dok foto Paiman)

GUNUNGKIDUL, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk pungutan liar (pungli) di sektor pariwisata. Sikap tersebut ditegaskan dalam Apel Deklarasi Anti Pungli dan Penandatanganan Pakta Integritas yang digelar di kawasan Pantai Sundak, Selasa (27/5/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab untuk membersihkan sektor wisata dari praktik nakal yang selama ini mencederai kepercayaan publik dan menggerogoti Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hadir dalam apel tersebut sekitar 100 peserta yang terdiri dari petugas pemungut retribusi dari Dinas Pariwisata dan pemerintah kalurahan.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola wisata yang bersih dan profesional.

“Apel deklarasi ini bukan acara simbolik. Ini adalah komitmen nyata untuk melawan pungli. Kita ingin budaya anti pungli tertanam dalam sistem dan perilaku kerja aparatur,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas inisiatif Dinas Pariwisata. Ia menyoroti bahwa praktik pungli dan kebocoran retribusi telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kita harus bersikap tegas. Disaksikan Kajari, Wakapolres, dan OPD terkait, hari ini kita deklarasikan komitmen bersama menolak suap, pungli, dan pemerasan. Ini demi membangun kembali kepercayaan publik terhadap layanan wisata di Gunungkidul,” tegas Bupati Endah.

Ia menyebut pungli sekecil apapun adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan mencoreng wajah birokrasi. Penandatanganan pakta integritas, menurutnya, bukan sekadar formalitas, tetapi simbol moralitas dan profesionalisme aparatur.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan tiga poin penting yang wajib dipegang para petugas retribusi : Bekerja jujur dan transparan, karena setiap rupiah adalah titipan rakyat.Menjunjung etika pelayanan publik, dengan mengedepankan sikap ramah dan solutif.Menjadikan integritas sebagai budaya kerja, bukan karena pengawasan, tetapi kesadaran pribadi.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi ini, Pemkab Gunungkidul menyiapkan langkah-langkah sistemik, salah satunya mendorong pembelian tiket masuk secara digital dan memperkuat mekanisme pengawasan.

Tak hanya itu, Bupati juga menginstruksikan kajian kerja sama pengelolaan retribusi dengan pihak ketiga berbasis hitungan potensi PAD yang lebih transparan.

“Selama ini kalau ada kebocoran, kita harus hitung ulang: dari target yang tercapai, proyeksi potensi ke depan, dan nilai kebocoran itu sendiri. Kita akan pertimbangkan opsi lelang kepada pihak yang berani transparan,” imbuhnya.

Pemkab juga mulai memetakan ulang aset-aset pariwisata yang mangkrak serta membuka peluang pengembangan destinasi baru yang belum tergarap optimal.

Deklarasi anti pungli ini ditegaskan sebagai fondasi bagi Gunungkidul untuk membangun ekosistem pariwisata yang bersih, berintegritas, dan membanggakan. Pemerintah berharap langkah ini menjadi titik balik dalam menciptakan pelayanan wisata yang dapat diandalkan dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru