RSUD H. Moh. Ruslan Hadirkan Inovasi SEHATI, Sistem Humanis untuk Tertibkan Sampah Medis

Senin, 30 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan antarmuka aplikasi SEHATI (Sistem Elektronik Humanis Tertibkan Sampah Terintegrasi) milik RSUD H. Moh. Ruslan. | Dok Foto Ho/ RadarBangsa

Tampilan antarmuka aplikasi SEHATI (Sistem Elektronik Humanis Tertibkan Sampah Terintegrasi) milik RSUD H. Moh. Ruslan. | Dok Foto Ho/ RadarBangsa

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Pengelolaan sampah medis masih menjadi tantangan serius di banyak rumah sakit, terutama terkait pemisahan antara limbah medis berbahaya dan limbah domestik. Menjawab tantangan ini, RSUD H. Moh. Ruslan menghadirkan sebuah terobosan inovatif bernama SEHATI atau Sistem Elektronik Humanis Tertibkan Sampah Terintegrasi.

“Inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak akan sistem yang bukan hanya teknis, tapi juga edukatif dan kolaboratif,” ujar Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. H. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc.

Berbasis teknologi digital, SEHATI dirancang untuk menciptakan pengelolaan sampah medis yang lebih tertib dan terkontrol. Inovasi ini tidak hanya berupa aplikasi, melainkan mencakup pendekatan humanis yang melibatkan seluruh elemen rumah sakit mulai dari petugas sanitasi, cleaning service, hingga kepala ruangan dalam satu sistem kerja yang terintegrasi.

“Sampah medis bukan hanya limbah, tetapi cermin budaya kerja kita. Maka penanganannya juga harus menyentuh aspek perilaku dan kesadaran bersama,” lanjut dr. Eka.

Melalui aplikasi SEHATI, petugas cukup memotret tempat sampah yang tidak sesuai standar, memilih kategori pelanggaran, dan sistem akan mengirimkan notifikasi secara otomatis kepada kepala ruangan yang bertanggung jawab. Notifikasi disertai dokumentasi visual sebagai bahan evaluasi bersama.

“Dengan satu klik, laporan langsung sampai ke pihak terkait. Ini membuat proses pengawasan jauh lebih cepat dan efisien,” jelas dr. Eka.

Namun, yang membedakan SEHATI dari sistem lainnya adalah pendekatan pembinaan yang menjadi landasan utama. Sistem ini tidak menekankan hukuman, melainkan mendorong dialog, evaluasi, dan perbaikan kolektif antarunit kerja.

“Kami tidak ingin sistem ini menjadi alat menghukum, tapi menjadi sarana tumbuh bersama dalam budaya kerja yang lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, antarmuka aplikasi SEHATI dikembangkan secara sederhana dan mudah diakses oleh petugas lapangan. Fitur-fitur utama meliputi pelaporan real-time, notifikasi otomatis, serta dashboard monitoring yang memudahkan evaluasi berkala terhadap kondisi sanitasi setiap ruangan.

“Teknologinya kami sesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Tidak perlu pelatihan rumit, tapi langsung bisa digunakan,” ujar dr. Eka.

SEHATI telah diujicobakan di beberapa unit layanan RSUD H. Moh. Ruslan dan mendapat tanggapan positif. Sistem ini terbukti mempersingkat alur koordinasi serta meningkatkan partisipasi lintas bagian dalam menjaga lingkungan rumah sakit.

“Kami melihat adanya peningkatan rasa tanggung jawab bersama. Karena semua pihak merasa dilibatkan dalam sistem ini,” tambahnya.

Dengan hasil awal yang menjanjikan, SEHATI kini diusulkan sebagai inovasi unggulan RSUD H. Moh. Ruslan dan telah didaftarkan dalam lomba inovasi tingkat daerah. Harapannya, sistem ini dapat menjadi model nasional yang bisa direplikasi oleh rumah sakit lain di Indonesia.

“Bukan hanya soal kebersihan, tapi ini tentang menciptakan lingkungan kerja yang aman, manusiawi, dan berkelanjutan,” ujar dr. Eka menutup pernyataannya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru