Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Lahirnya Kementerian Haji dan Umrah, Harap Pelayanan Lebih Profesional

Selasa, 9 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kiri) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kiri) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah yang kini resmi dipimpin Mochamad Irfan Yusuf Hasyim. Kehadiran kementerian baru dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun, ratusan ribu warga berangkat ke Tanah Suci, menjadikan tata kelola haji sebagai salah satu urusan negara yang kompleks. Sebelumnya, pengelolaan haji berada di bawah Badan Pengelola Haji (BPH). Transformasi menjadi kementerian diyakini akan memberikan ruang gerak lebih luas, terutama dalam hal perencanaan, koordinasi, hingga pengawasan.

“Sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar, kita perlu sistem yang lebih terintegrasi. Transformasi dari BPH menjadi Kementerian Haji dan Umrah adalah langkah penting agar pengelolaan lebih fokus, efisien, dan benar-benar berorientasi pada kenyamanan jamaah,” ujar Lia, yang akrab disapa Ning Lia, di Senayan, Senin (8/9/2025).

Menurut Ning Lia, hadirnya kementerian baru sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam agenda Nawacita Revolusi. Dengan sistem yang lebih terpusat, katanya, koordinasi antar-lembaga akan semakin mudah sehingga pelayanan dapat berlangsung cepat, ramah, dan profesional.

“Ke depan, jamaah akan merasakan dampak positif berupa pelayanan yang lebih cepat, lebih ramah, dan lebih profesional,” tambahnya.

Putri ulama besar KH Maskur Hasyim ini juga menekankan pentingnya manajemen dana haji yang lebih transparan dan tepat sasaran. Selain itu, peningkatan fasilitas akomodasi, transportasi, serta pelayanan kesehatan di Arab Saudi juga menjadi catatan penting yang harus segera ditangani kementerian baru tersebut.

Ning Lia optimistis hadirnya Kementerian Haji dan Umrah akan mendorong lahirnya standar pelayanan baru yang lebih modern. Pemanfaatan teknologi informasi, menurutnya, menjadi salah satu kunci untuk memperkuat sistem pelayanan sekaligus meningkatkan akuntabilitas.

“Harapan saya, kementerian ini bisa memanfaatkan teknologi digital, termasuk sistem pemantauan jamaah berbasis real-time, sehingga risiko disinformasi bisa ditekan dan transparansi semakin terjaga,” jelas Wakil Ketua Fatayat NU tersebut.

Dengan fondasi Pancasila sebagai pedoman dan semangat profesionalisme, Ning Lia percaya Indonesia dapat menjadi salah satu model penyelenggaraan haji terbaik di dunia. Ia menekankan, kehadiran negara dalam pelayanan ibadah harus benar-benar dirasakan langsung oleh jamaah.

“Harapan kita sederhana namun fundamental: jamaah haji Indonesia tidak hanya bisa beribadah dengan khusyuk, tetapi juga merasa aman, nyaman, dan bangga karena negara hadir secara penuh melayani mereka,” pungkas Ning Lia

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru