BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis syariah melalui pengembangan ekosistem produk halal. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi para pelaku usaha di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Akselerasi Sertifikasi Halal dan Pencanangan Zona Khas UTM yang digelar di Kampus Universitas Trunojoyo Madura. Rabu (6/11/2025) Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan produk halal di daerah.
Dalam sambutannya, Fauzan menegaskan bahwa sertifikasi halal kini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku usaha, khususnya sektor kuliner dan produk konsumsi. Label halal, kata dia, tidak hanya memberikan jaminan bagi konsumen muslim, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar dan nilai tambah bagi produk lokal.
“Dengan adanya sertifikasi halal, masyarakat akan merasa lebih yakin terhadap produk yang mereka konsumsi. Di sisi lain, bagi pelaku usaha, label halal menjadi bentuk pengakuan kualitas yang dapat membuka peluang ekonomi lebih luas, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Fauzan.
Ia menambahkan, Bangkalan merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan sektor kuliner yang pesat. Banyak pelaku UMKM telah menghasilkan produk unggulan khas daerah, mulai dari makanan olahan hingga minuman tradisional. Potensi ini, menurutnya, harus diimbangi dengan upaya sistematis agar seluruh produk UMKM memiliki sertifikasi halal yang diakui secara nasional maupun internasional.
Fauzan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga sertifikasi halal dalam membangun sistem pendampingan yang efektif bagi pelaku UMKM. “Sertifikat halal kini bukan hanya kebutuhan keagamaan, tetapi juga menjadi standar global. Banyak negara tujuan ekspor sudah mensyaratkan label halal. Karena itu, pemerintah daerah siap bersinergi dengan UTM dalam mempercepat proses sertifikasi halal sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Safi’, menyampaikan bahwa kampus berperan aktif sebagai pusat penggerak literasi halal di Madura. Melalui pencanangan Zona Khas UTM — kawasan halal, higienis, dan sehat universitas berupaya menciptakan lingkungan kampus yang menjadi contoh penerapan prinsip halal secara menyeluruh, mulai dari konsumsi makanan, pengelolaan kantin, hingga kegiatan kewirausahaan mahasiswa.
“Zona halal UTM ini kami harapkan dapat menjadi katalis yang mendorong terciptanya kawasan halal lain di Bangkalan dan Madura. Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar percepatan sertifikasi halal bisa berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan pelaku usaha,” terang Rektor Safi’.
Melalui sinergi ini, pemerintah daerah dan perguruan tinggi berharap ekosistem halal di Bangkalan dapat berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan. Langkah ini juga diharapkan memperkuat daya saing UMKM lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Ke depan, kolaborasi antara Pemkab Bangkalan dan UTM akan difokuskan pada pelatihan, pendampingan sertifikasi, serta penguatan regulasi daerah yang mendukung percepatan industri halal di Madura.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin









