SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI digelar di Aula Pondok Al Maskuriyah, Wonocolo, Surabaya, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini dihadiri para ketua RT dan RW dari wilayah Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo.
Dalam forum tersebut, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak para tokoh masyarakat memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan di tengah kehidupan sosial. Menurutnya, peran RT dan RW sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni masyarakat.
Dalam pemaparannya, Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat nilai tersebut, kata dia, harus terus dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai penguatan nilai kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama para pemimpin lingkungan seperti RT dan RW.
“Empat pilar ini harus dipraktikkan sehari-hari di tengah masyarakat. RT dan RW memiliki peran penting untuk menjaga kerukunan, persatuan, serta semangat gotong royong,” ujar Ning Lia di hadapan peserta sosialisasi.
Dalam kesempatan itu, Lia juga menceritakan perjalanan hidupnya hingga dipercaya menjadi anggota DPD RI dengan dukungan hampir tiga juta suara masyarakat Jawa Timur. Ia mengakui perjalanan tersebut tidak selalu mudah.
“Saya pernah merasakan kondisi rekening hampir nol rupiah, bahkan hanya puluhan ribu rupiah. Tapi kalau niat kita baik dan yakin, Allah selalu memberi jalan,” ungkap keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah tersebut.
Ia menegaskan dukungan jutaan suara masyarakat merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan kerja nyata dan komitmen untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Suara masyarakat merupakan amanah besar dari masyarakat Jawa Timur. Karena itu, saya selalu berusaha bekerja dengan niat tulus agar bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” katanya.
Tokoh masyarakat setempat, KH Sumarhan, juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari hubungan antar manusia, tetapi juga kedekatan dengan Tuhan.
“Khoirunnasi anfauhum linnas. Hubungan dengan manusia harus sejalan dengan hubungan kepada Allah agar tujuan menyejahterakan umat tercapai,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang nilai kebangsaan sekaligus mempererat persatuan di tingkat lingkungan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar