Tiga Pengedar Sabu Dibekuk Polres Pasuruan di Gempol dan Pandaan

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungkapan kasus peredaran sabu di Kabupaten Pasuruan, (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengungkapan kasus peredaran sabu di Kabupaten Pasuruan, (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Satresnarkoba Polres Pasuruan membongkar peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Gempol dan Pandaan. Dalam dua pengungkapan yang berlangsung pada 2 dan 11 Juni 2026, polisi menangkap tiga tersangka dan menyita total 56,324 gram sabu.

Pengungkapan pertama dilakukan di pinggir jalan Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, pada 2 Juni 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Polisi menangkap IMR (45), warga setempat, setelah mengembangkan informasi dari pelaku narkoba yang sebelumnya telah diamankan.

Petugas kemudian mencegat dan menggeledah IMR yang tengah dalam perjalanan berangkat kerja. Dari badan tersangka, polisi menemukan dua paket sabu. Penggeledahan dilanjutkan ke kamar rumah IMR dan kembali ditemukan dua paket sabu dengan berat masing-masing 12,846 gram dan 4,887 gram.

Dari penangkapan tersebut, total barang bukti yang diamankan mencapai 18,581 gram sabu yang dikemas dalam 10 kantong plastik. Polisi juga menyita satu timbangan elektrik, plastik klip kosong, sekop plastik, serta satu unit ponsel.

Pengungkapan berikutnya berlangsung pada 11 Juni 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi menggerebek sebuah kamar kos di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, dan menangkap AFK (24), warga Dusun Luwung, Desa Beji, Kecamatan Beji.

Dari tangan AFK, petugas menyita 22 paket sabu siap edar dengan berat total 37,743 gram. Barang bukti tersebut terdiri atas dua paket besar dan 20 paket kecil.

Dalam pemeriksaan, AFK mengungkap keterlibatan FO (24), warga Dusun Ngasem, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol. FO diduga berperan mengatur lalu lintas keuangan jaringan, termasuk menerima uang dari pembeli dan menyetorkannya kepada bandar di atasnya.

Polisi kemudian menangkap FO di rumahnya. Dari tangan perempuan tersebut, petugas mengamankan satu kantong plastik berisi kristal putih seberat 0,158 gram. Polisi juga menyita dua timbangan elektrik, tiga unit ponsel, sekop, dompet, dan plastik klip.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pemberantasan narkotika akan terus dilakukan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Kami terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Pasuruan. Setiap informasi sekecil apa pun akan kami tindak lanjuti demi mengungkap jaringan yang lebih luas,” ujar Harto Agung Cahyono.

Ia juga meminta masyarakat bersinergi dengan kepolisian dengan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan masing-masing.

Ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Pasuruan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

IMR dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ia terancam pidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.

Sementara AFK dan FO dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026. Keduanya terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru