MATARAM, RadarBangsa.co.id – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tidak hanya menyerang lansia, tetapi mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Tekanan darah yang meningkat di atas normal dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal jika tidak dikontrol dengan baik.
dr. I Gusti Agung GDE Wijaya Putra, dokter spesialis penyakit dalam RSUD H. Moh. Ruslan, menjelaskan kondisi ini saat menjadi narasumber pada acara bincang Antar Nusa, Rabu (14/1/2026), dengan tema “Waspada Hipertensi Pada Usia Produktif.” Menurut data statistik regional, sekitar 26 persen penduduk Asia Tenggara berusia di bawah 50 tahun menderita hipertensi, di mana 63 persen di antaranya adalah laki-laki.
“Faktor jenis kelamin berpengaruh terhadap risiko hipertensi. Angka ini meningkat seiring bertambahnya usia,” ujar dr. Wijaya Putra.
Dokter Wijaya Putra menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Faktor risiko hipertensi dibagi menjadi dua kategori: yang tidak bisa dimodifikasi, yakni usia dan jenis kelamin, serta yang bisa dimodifikasi, termasuk pola hidup, konsumsi garam tinggi, stres, alkohol, merokok, kurang olahraga, dan obesitas.
“Mengurangi natrium, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memperbaiki pola makan dapat menurunkan risiko hipertensi signifikan,” tambahnya.
Hipertensi yang tidak terkontrol meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi serius. Dokter Wijaya Putra menjelaskan, tekanan darah tinggi dapat memicu penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Ia juga menyoroti pola hidup modern yang cenderung sedentari dan konsumsi makanan instan sebagai pemicu utama hipertensi pada usia produktif.
“Hipertensi bukan hanya masalah lansia. Pola hidup kurang gerak dan konsumsi makanan siap saji membuat usia produktif rentan terserang,” tegasnya.
Peningkatan kesadaran tentang hipertensi pada usia produktif menjadi kunci utama pencegahan. Langkah-langkah sederhana seperti pemeriksaan rutin tekanan darah, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik teratur dapat menekan risiko komplikasi jangka panjang.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








