Waspada Hipertensi pada Usia Produktif, Dokter RSUD HMR Mataram Ingatkan Pentingnya Pencegahan Dini

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

. I Gusti Agung GDE Wijaya Putra memberikan edukasi tentang hipertensi pada acara bincang Antar Nusa, Mataram. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

. I Gusti Agung GDE Wijaya Putra memberikan edukasi tentang hipertensi pada acara bincang Antar Nusa, Mataram. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tidak hanya menyerang lansia, tetapi mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Tekanan darah yang meningkat di atas normal dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal jika tidak dikontrol dengan baik.

dr. I Gusti Agung GDE Wijaya Putra, dokter spesialis penyakit dalam RSUD H. Moh. Ruslan, menjelaskan kondisi ini saat menjadi narasumber pada acara bincang Antar Nusa, Rabu (14/1/2026), dengan tema “Waspada Hipertensi Pada Usia Produktif.” Menurut data statistik regional, sekitar 26 persen penduduk Asia Tenggara berusia di bawah 50 tahun menderita hipertensi, di mana 63 persen di antaranya adalah laki-laki.

“Faktor jenis kelamin berpengaruh terhadap risiko hipertensi. Angka ini meningkat seiring bertambahnya usia,” ujar dr. Wijaya Putra.

Dokter Wijaya Putra menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Faktor risiko hipertensi dibagi menjadi dua kategori: yang tidak bisa dimodifikasi, yakni usia dan jenis kelamin, serta yang bisa dimodifikasi, termasuk pola hidup, konsumsi garam tinggi, stres, alkohol, merokok, kurang olahraga, dan obesitas.

“Mengurangi natrium, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memperbaiki pola makan dapat menurunkan risiko hipertensi signifikan,” tambahnya.

Hipertensi yang tidak terkontrol meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi serius. Dokter Wijaya Putra menjelaskan, tekanan darah tinggi dapat memicu penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Ia juga menyoroti pola hidup modern yang cenderung sedentari dan konsumsi makanan instan sebagai pemicu utama hipertensi pada usia produktif.

“Hipertensi bukan hanya masalah lansia. Pola hidup kurang gerak dan konsumsi makanan siap saji membuat usia produktif rentan terserang,” tegasnya.

Peningkatan kesadaran tentang hipertensi pada usia produktif menjadi kunci utama pencegahan. Langkah-langkah sederhana seperti pemeriksaan rutin tekanan darah, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik teratur dapat menekan risiko komplikasi jangka panjang.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Berita Terbaru