LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ancaman serangan Wereng Batang Coklat (WBC) di 19 kecamatan mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, itu memanfaatkan drone bantuan Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat pengendalian hama di areal persawahan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah gagal panen sekaligus menjaga posisi Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional dan produsen padi terbesar di Jawa Timur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pengendalian serentak menjadi strategi utama untuk memutus penyebaran Wereng Batang Coklat yang telah teridentifikasi di 19 kecamatan. Menurutnya, penanganan tidak akan efektif apabila dilakukan secara terpisah.
“Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan gerakan pengendalian hama terpadu secara serentak di sembilan belas kecamatan di Lamongan. Karena yang sudah terpapar wereng batang coklat ada di sembilan belas kecamatan, maka pengendaliannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” kata bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Data lapangan periode 1 Juni hingga 3 Juli 2026 menunjukkan luas areal waspada serangan Wereng Batang Coklat telah mencapai 2.186,88 hektare. Populasi hama di lahan terdampak berkisar 10 hingga 20 ekor per rumpun, sehingga membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan tanaman.
Pemkab Lamongan menilai ancaman tersebut tidak bisa dianggap ringan. Apabila tidak segera dikendalikan, Wereng Batang Coklat berpotensi berkembang hingga tiga generasi dalam satu musim tanam yang dapat memicu kerusakan tanaman bahkan menyebabkan gagal panen.
Kesembilan belas kecamatan yang masuk wilayah waspada meliputi Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, Laren, Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat, Modo, Maduran, Turi, Kalitengah, dan Deket.
Upaya pengendalian juga diarahkan untuk mempertahankan kinerja sektor pertanian Lamongan. Kabupaten ini memiliki luas lahan pertanian mencapai 103.483 hektare, terdiri atas 95.745 hektare lahan baku sawah dan 7.773 hektare lahan bukan sawah. Berdasarkan data BPS Jawa Timur Tahun 2025, produksi padi Lamongan mencapai 904.928 ton Gabah Kering Giling (GKG), menjadikannya daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur.
Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian RI, Mujiburrahman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan pemerintah pusat terus mendukung sektor pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
“Pemerintah terus melakukan intervensi melalui bantuan sarana dan prasarana agar dimanfaatkan secara optimal oleh petani,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar