JEMBER, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 1.407 kilogram atau sekitar 1,4 ton sampah berhasil dievakuasi dari dua aliran sungai di kawasan Sungai Bedadung, Jember, dalam kegiatan Festival Semanggi Ika Smasa Jember 2026, Minggu (27/9/2026).
Aksi lingkungan yang digelar di bawah Jembatan Semanggi tersebut melibatkan lebih dari 250 relawan lintas sektoral. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Sungai Sedunia atau World Rivers Day 2026 dengan mengusung tema “Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan” dan jargon “Satu Sungai, Sejuta Manfaat”.
Berdasarkan pemantauan panitia di lapangan, sekitar 70 hingga 80 persen sampah yang diangkut dari dua sungai tersebut berupa plastik dan residu yang sulit terurai. Selain membersihkan aliran sungai, panitia juga melepas bibit ikan serta menuangkan larutan eco-enzyme sebagai bagian dari upaya pemulihan kualitas baku mutu air Sungai Bedadung secara hayati.
Ketua Ika Smasa Jember, Ir. Endik Sunariyadi, mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti pada aksi pembersihan sungai. Pihaknya juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan dan tempat sampah kepada masyarakat di sekitar lokasi.
“Selain aksi pembersihan di 2 sungai ini, kami juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan dan tempat sampah sebagai sarana edukasi bagi warga sekitar agar budaya merawat sungai dapat berlanjut secara mandiri. Sungai memiliki sejuta manfaat jika kita merawatnya dengan baik, bukan menjadikannya tempat pembuangan sampah,” ujar Ir. Endik Sunariyadi.
Ketua Panitia Pelaksana Festival Semanggi 2026, Mashuri Harianto, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menangani persoalan sampah dari sumbernya. Menurutnya, membuang sampah ke sungai hanya akan memindahkan persoalan dan memperbesar kerusakan ekosistem.
“Masyarakat harus sadar bahwa membuang sampah ke sungai itu bukan menyelesaikan masalah, melainkan memindahkan masalah dan merusak masa depan ekosistem. Merawat sungai adalah tugas suci kita bersama demi anak cucu kelak,” tegas Mashuri.
Untuk memutus rantai pencemaran sungai, panitia membawa dua rekomendasi, yakni penguatan Peraturan Daerah (Perda) Sampah disertai penegakan sanksi di lapangan serta pendampingan edukasi pemilahan sampah mulai dari tingkat rumah tangga secara bertahap.
Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta, S.H., bersama tim TAGANA Kelurahan Sumbersari turut hadir mengawal kegiatan tersebut. Ia mendorong agar sinergi lintas sektoral terus dilakukan sehingga upaya menjaga sungai tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan.
“Sinergi lintas sektoral harus terus digalakkan secara berkelanjutan untuk menunjang fasilitas hulu-hilir, sehingga gerakan edukasi ini tidak berhenti sebagai seremonial tahunan semata,” ungkap Bhatara.
Selain aksi pembersihan dua sungai, Festival Semanggi 2026 juga diisi wisata mancing ramah lingkungan dan pertunjukan seni budaya Semanggi. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi BPBD Jember, Koramil, Polsek, World Cleanup Day Indonesia (WCDI Jember), Mahapena, Rumah Zakat, Koalisi Perempuan Indonesia, ORARI, Eigerian, akademisi, alumni SMAN 1 Jember, GM FKPPI bersama Malahayati GM FKPPI Jember, serta YalidiCare.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar