SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 57 atlet Pagar Nusa Sidoarjo berangkat mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) ke-10 Pagar Nusa Jawa Timur di Banyuwangi. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, keberangkatan mereka bukan semata soal mengejar medali.
Pemkab Sidoarjo mulai menaruh perhatian pada keberlanjutan pendidikan dan masa depan para atlet setelah masa kompetisi berakhir.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat melepas kontingen Pagar Nusa Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (23/9/2026).
Kontingen Sidoarjo terdiri atas 57 atlet serta 13 ofisial dan pelatih. Mereka akan berlaga dalam Kejurwil ke-10 Pagar Nusa Jawa Timur yang berlangsung pada 24-27 September 2026.
Subandi meminta para atlet tidak menjadikan prestasi olahraga sebagai tujuan akhir. Menurutnya, kemampuan dan pengalaman yang diperoleh melalui olahraga harus menjadi modal untuk membangun kehidupan setelah masa kompetisi.
“Anak-anak ini atlet Sidoarjo, masa depan Sidoarjo. Pemerintah akan terus support. Pendidikan juga harus diperhatikan. Jangan sampai karena menjadi atlet kemudian pendidikannya tertinggal,” kata Subandi.
Perhatian Pemkab Sidoarjo tersebut diarahkan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Pemkab membuka peluang dukungan beasiswa bagi atlet berprestasi yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kerja sama dengan perguruan tinggi di Sidoarjo maupun Surabaya juga akan didorong agar prestasi olahraga dapat berjalan beriringan dengan pendidikan.
Bagi Pemkab Sidoarjo, keberhasilan seorang atlet tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah medali yang diraih. Pendidikan tetap menjadi bekal penting ketika atlet memasuki fase kehidupan setelah tidak lagi aktif bertanding.
Karena itu, Subandi juga meminta jajaran pemerintah daerah memikirkan keberlanjutan karier para atlet, termasuk peluang pekerjaan.
“Saya minta Pak Sekda dan jajaran, anak-anak ini juga dipikirkan ke depannya, termasuk pekerjaannya. Jadi, pemerintah tidak hanya mendampingi mereka saat bertanding, tetapi juga mendampingi masa depannya,” ujarnya.
Subandi juga mengingatkan para atlet agar tidak menempatkan olahraga dan pendidikan sebagai dua pilihan yang harus dikorbankan salah satunya.
Menurutnya, prestasi yang diraih di arena justru dapat menjadi modal untuk membuka kesempatan pendidikan maupun karier. Karena itu, atlet diminta memiliki pandangan yang lebih luas terhadap masa depan.
“Anak-anak harus berani mengubah mindset. Prestasi yang dimiliki atlet juga harus menjadi bekal untuk pendidikan dan masa depan,” tuturnya.
Subandi mengatakan Sidoarjo memiliki banyak atlet potensial yang telah membawa nama daerah dalam berbagai kompetisi. Pembinaan diharapkan tidak berhenti pada satu kejuaraan, tetapi berlanjut hingga tingkat provinsi dan nasional, termasuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Kini, perhatian 57 atlet Pagar Nusa Sidoarjo tertuju ke Banyuwangi. Mereka akan membawa nama daerah dalam Kejurwil ke-10 Pagar Nusa Jawa Timur selama empat hari.
Di hadapan para atlet, Subandi berpesan agar mereka menjaga kondisi fisik, menjunjung nama baik keluarga dan daerah, serta memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.
“Saya pesan kepada anak-anakku. Selalu jaga kesehatan. Bawa nama baik keluarga. Lakukan yang terbaik. Panjenengan semua hadir di sana untuk Sidoarjo. Nama baik dan harumnya Sidoarjo ada di tangan panjenengan semua,” katanya.
Bagi para atlet, pertandingan di Banyuwangi menjadi panggung untuk membuktikan hasil latihan. Sementara bagi Pemkab Sidoarjo, keberangkatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian terhadap keberlanjutan pembinaan dan masa depan atlet.
“Berjuanglah sebaik-baiknya untuk Sidoarjo,” pungkas Subandi.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar