Anggota DPD RI Lia Istifhama dan TNI Bahas Penguatan Pendidikan Kebangsaan, Dukung Gagasan Khofifah

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Inisiatif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memperkuat pendidikan kebangsaan terus mendapat respons positif dari berbagai pihak. Dukungan terbaru datang dari Anggota DPD RI Lia Istifhama dan jajaran TNI, yang menilai gagasan tersebut relevan dengan tantangan kebangsaan di era disrupsi digital dan dinamika global.

Dukungan itu mengemuka dalam pertemuan Lia Istifhama dengan Laksda TNI Ali Triswanto, Komandan Kodaeral V/Surabaya, Jumat (9/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas urgensi pendidikan kebangsaan sebagai fondasi membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

“Gagasan Ibu Gubernur Khofifah tentang pendidikan kebangsaan sangat tepat. Ini bukan sekadar program pendidikan formal, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan bangsa,” ujar Lia Istifhama.

Menurut Lia, Jawa Timur memiliki posisi strategis dengan jumlah penduduk besar dan tingkat keragaman sosial-budaya yang tinggi. Karena itu, penguatan pendidikan kebangsaan di provinsi ini dinilai berpotensi memberi dampak nasional, terutama dalam menjaga persatuan dan stabilitas di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia menekankan pentingnya pendidikan kebangsaan yang dimulai sejak usia dini dan dikemas secara adaptif. Penguatan Empat Pilar Kebangsaan, pengenalan simbol nasional, hingga pemanfaatan ruang digital dinilai perlu dilakukan agar nasionalisme tetap relevan bagi generasi muda.

“Nasionalisme tidak boleh kalah oleh disrupsi digital. Pendidikan kebangsaan harus hadir di ruang kelas sekaligus di ruang digital,” katanya.

Sementara itu, Laksda TNI Ali Triswanto menyatakan pendidikan kebangsaan merupakan bagian penting dari strategi pertahanan nonmiliter. Menurutnya, kekuatan negara tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada karakter dan kesadaran kebangsaan masyarakat.

“Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, semangat bela negara, dan kesadaran maritim yang kuat,” ujar Ali.

Keduanya sepakat gagasan pendidikan kebangsaan yang diusung Khofifah perlu didukung secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan institusi pertahanan. Sinergi tersebut diyakini akan memperkuat fondasi kebangsaan dari daerah untuk Indonesia secara keseluruhan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Berita Terbaru