Banjir Bengawan Jero Rendam 12 Ribu Hektare Lahan di Lamongan, Kerugian Ditaksir Rp4 Miliar

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan banjir akibat luapan Bengawan Jero merendam sawah dan tambak warga di Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Genangan banjir akibat luapan Bengawan Jero merendam sawah dan tambak warga di Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Banjir tahunan kembali melanda kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Luapan sungai akibat tingginya intensitas hujan merendam permukiman warga serta lahan pertanian dan tambak di lima kecamatan, dengan estimasi kerugian mencapai Rp4 miliar.

Genangan banjir terparah tercatat di Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Data sementara menunjukkan sekitar 12 ribu hektare lahan sawah dan tambak tergenang air, sebagian besar merupakan lahan yang telah dipersiapkan untuk budidaya perikanan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Mugito, menyatakan keprihatinan atas bencana yang kembali berulang di wilayah langganan banjir tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem telah diantisipasi sejak awal musim tanam.

“Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, sejak awal kami sudah mengimbau petani di kawasan Bengawan Jero agar tidak menanam padi,” ujar Mugito, Minggu (11/1/2026).

Meski demikian, Mugito mengakui masih terdapat lahan yang terlanjur ditanami padi dan kini mengalami kerusakan berat hingga terancam puso. DKPP, kata dia, akan melakukan inventarisasi untuk memastikan tingkat kerugian dan kebutuhan petani terdampak.

“Lahan yang rusak akan kami data. Pemerintah daerah akan memprioritaskan bantuan bibit tanaman yang bisa ditanam kembali setelah kondisi lahan memungkinkan,” katanya.

Selain sektor pertanian, Pemkab Lamongan juga menyiapkan bantuan kebutuhan pangan dasar bagi warga terdampak banjir untuk menekan beban ekonomi rumah tangga.

“Partisipasi masyarakat yang tidak terdampak tentu sangat kami harapkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” tutur Mugito.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru